BeritaDaerah

Reses Masa Sidang III, Ali Mardan Serap Aspirasi Warga Buton Selatan dan Kota Baubau

14
×

Reses Masa Sidang III, Ali Mardan Serap Aspirasi Warga Buton Selatan dan Kota Baubau

Sebarkan artikel ini

Divisi88 News. Com BAUBAU, SULTRA – Memanfaatkan momentum Reses Masa Sidang III DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Anggota DPRD Sultra dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ali Mardan, S.Sos., M.M., turun langsung menemui masyarakat di Kabupaten Buton Selatan dan Kota Baubau.

Kegiatan yang berlangsung pada 1–3 Oktober 2026 tersebut menjadi ruang bagi Ali Mardan untuk mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi, kebutuhan, serta persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Dalam agenda reses tersebut, Ali Mardan menyambangi tiga titik. Dua di antaranya berada di Kabupaten Buton Selatan, yakni Desa Lipu dan Desa Waonu, Kecamatan Kadatua, sementara satu titik lainnya berada di Kelurahan Katobengke, Kota Baubau.

Kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat itu tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Reses dimanfaatkan sebagai ruang dialog terbuka, tempat masyarakat dapat menyampaikan berbagai kebutuhan dan harapan yang berkaitan dengan pembangunan maupun pelayanan publik.

Sejumlah aspirasi yang disampaikan warga mencakup kebutuhan pembangunan infrastruktur, pelayanan dasar, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta berbagai persoalan lain yang dinilai penting dan membutuhkan perhatian pemerintah.

“Reses adalah momentum bagi kami untuk turun langsung mendengar apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan perjuangan dan pembahasan dalam menjalankan tugas kami sebagai wakil rakyat,” ujar Ali Mardan kepada awak Divisi88news.com, Selasa (6/10/2026) malam.

Menurut Ali Mardan, arah pembangunan tidak semestinya hanya dilihat dari perspektif pemerintah maupun lembaga legislatif. Suara masyarakat di tingkat bawah, kata dia, harus menjadi salah satu pijakan dalam menentukan kebijakan pembangunan.

Karena itu, pertemuan langsung dengan masyarakat dinilai penting agar program pembangunan yang nantinya diperjuangkan melalui DPRD dapat lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah.

Menyerap Aspirasi Warga di Wilayah Kepulauan

Di Kecamatan Kadatua, Kabupaten Buton Selatan, masyarakat Desa Lipu dan Desa Waonu mendapat kesempatan menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Karakteristik wilayah kepulauan serta kebutuhan terhadap pemerataan pembangunan menjadi bagian yang turut mendapat perhatian dalam dialog tersebut.

Berbagai aspirasi yang dihimpun diharapkan tidak berhenti sebagai catatan dalam forum reses, tetapi dapat dikawal melalui mekanisme dan kewenangan yang dimiliki DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sementara itu, di Kelurahan Katobengke, Kota Baubau, Ali Mardan kembali membuka ruang komunikasi dengan masyarakat untuk mendengarkan berbagai persoalan yang berkembang di wilayah perkotaan.

Ia menilai, setiap daerah memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, aspirasi masyarakat tidak dapat dipandang secara seragam, melainkan perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

“Kami tidak ingin reses hanya menjadi kegiatan datang, mendengar, kemudian selesai. Yang paling penting adalah bagaimana aspirasi masyarakat tersebut dapat kita catat, kita perjuangkan sesuai kewenangan, dan dikawal agar memiliki tindak lanjut,” tegasnya.

Ali Mardan juga menegaskan komitmennya bersama Fraksi PKB DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara untuk terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat.

Baginya, tugas seorang wakil rakyat tidak hanya hadir dalam forum-forum resmi, tetapi juga memastikan suara masyarakat dapat didengar dan menjadi bagian dari proses perjuangan kebijakan di lembaga legislatif.

Melalui rangkaian Reses Masa Sidang III tersebut, aspirasi masyarakat dari Desa Lipu, Desa Waonu, Kecamatan Kadatua, Kabupaten Buton Selatan, serta Kelurahan Katobengke, Kota Baubau, diharapkan dapat menjadi bahan dalam mendorong pembangunan yang lebih merata dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Sulawesi Tenggara.

“Kami hadir bukan hanya untuk mendengar apa yang disampaikan masyarakat, tetapi juga untuk memastikan suara masyarakat menjadi bagian dari perjuangan di lembaga DPRD,” pungkas Ali Mardan.

Penulis: Novaldi Asman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!