BeritaPolri

Operasi Patuh Mahakam 2026 Dimulai, Polda Kaltim Utamakan Edukasi dan Pendekatan Humanis

4
×

Operasi Patuh Mahakam 2026 Dimulai, Polda Kaltim Utamakan Edukasi dan Pendekatan Humanis

Sebarkan artikel ini

DIVISI88 NEWS.COM BALIKPAPAN, – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur resmi memulai Operasi Patuh Mahakam 2026 melalui apel gelar pasukan di Mapolda Kaltim, Senin (26/10/2026). Operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, ini bertujuan meningkatkan disiplin masyarakat serta mewujudkan lalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan.

Apel gelar pasukan dipimpin Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Rustam Mansur, S.I.K., M.M. Pelaksanaan operasi tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk meningkatkan kepatuhan pengguna jalan terhadap aturan lalu lintas sekaligus menekan risiko kecelakaan di wilayah Kalimantan Timur.

Mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Wujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan,” Operasi Patuh Mahakam 2026 menekankan pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun budaya berlalu lintas yang bertanggung jawab.

Dalam amanat apel, ditegaskan bahwa upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) tidak dapat dilakukan oleh kepolisian semata, tetapi membutuhkan dukungan serta kesadaran seluruh pengguna jalan.

Karena itu, sinergi dengan instansi terkait, tokoh masyarakat, orang tua, tenaga pendidik, dan berbagai unsur masyarakat lainnya menjadi bagian penting dalam menumbuhkan kesadaran berlalu lintas sejak dini.

Pendekatan edukatif dan humanis diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mematuhi aturan bukan hanya karena adanya pengawasan petugas, melainkan karena memahami bahwa keselamatan merupakan kebutuhan dan tanggung jawab bersama.

Tujuh Pelanggaran Menjadi Sasaran Prioritas

Dalam pelaksanaannya, Operasi Patuh Mahakam 2026 menyasar sejumlah pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Sasaran prioritas tersebut meliputi pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm berstandar SNI, pengemudi atau penumpang kendaraan yang tidak memakai sabuk pengaman, serta pengendara yang menggunakan telepon seluler saat berkendara.

Selain itu, petugas juga menyoroti pelanggaran rambu dan marka jalan, menerobos lampu merah, berkendara melebihi batas kecepatan, serta melawan arus lalu lintas.

Penertiban terhadap pelanggaran tersebut ditujukan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Polda Kaltim mengimbau masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama setiap kali berkendara. Pengguna jalan diharapkan melengkapi perlengkapan keselamatan, mematuhi rambu lalu lintas, menjaga kecepatan, serta menghormati hak sesama pengguna jalan.

Bangun Budaya Tertib Berlalu Lintas

Operasi Patuh Mahakam 2026 diharapkan tidak hanya menjadi momentum penegakan aturan, tetapi juga sarana membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya keselamatan di jalan raya.

Kepatuhan berlalu lintas merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Sikap sederhana seperti memakai helm berstandar SNI, menggunakan sabuk pengaman, tidak bermain ponsel saat berkendara, serta menaati rambu dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan.

Melalui operasi yang berlangsung selama dua pekan tersebut, Polda Kaltim berharap tercipta kondisi lalu lintas yang semakin tertib, aman, lancar, dan berkeselamatan di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Dengan mengedepankan edukasi, kesadaran, dan penegakan hukum yang profesional serta proporsional, Operasi Patuh Mahakam 2026 diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus menumbuhkan budaya berlalu lintas yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.

Reporter: Eko

DIVISI88 NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!