BeritaPolri

Wakapolresta Balikpapan Bekali Santri Literasi Digital, Ingatkan Bahaya Hoaks, Penyalahgunaan AI dan Narkoba

3
×

Wakapolresta Balikpapan Bekali Santri Literasi Digital, Ingatkan Bahaya Hoaks, Penyalahgunaan AI dan Narkoba

Sebarkan artikel ini

DIVISI88 NEWS.COM BALIKPAPAN– Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, generasi muda dituntut tidak hanya cerdas dalam memanfaatkan teknologi, tetapi juga bijak menyaring informasi, memahami hukum, serta mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif lingkungan.

Pesan tersebut disampaikan Wakapolresta Balikpapan AKBP Fauzan Arianto, S.H., S.I.K., M.H., saat memimpin kegiatan Polisi Peduli Pendidikan di Pondok Pesantren Bairuha, Jalan Guntur Damai Nomor 128, RT 38, Gunung Sari Ulu, Balikpapan Tengah, Senin (26/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut diikuti sekitar 200 santri tingkat SMP dan SMA, bersama para guru serta pengurus pondok pesantren. Program ini menjadi bagian dari upaya Polresta Balikpapan mempererat hubungan dengan dunia pendidikan melalui pendekatan edukatif dan humanis.

Kedatangan Wakapolresta Balikpapan beserta jajaran disambut pengurus pesantren. Kegiatan berlangsung di aula pondok, diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Balikpapan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh santri Al Farizi, doa bersama, serta sambutan dan penyampaian materi edukasi.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bairuha, H. Munawar Kholil, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan jajaran Polresta Balikpapan. Ia berharap kehadiran kepolisian dapat memperluas wawasan para santri mengenai tugas dan peran Polri dalam menjaga keamanan serta melayani masyarakat.

Menurutnya, sejumlah santri memiliki cita-cita menjadi anggota Polri. Karena itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan berharga bagi para santri untuk mengenal lebih dekat institusi kepolisian.

Ia juga menjelaskan bahwa pendidikan di Pondok Pesantren Bairuha tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi turut menanamkan nilai-nilai karakter, memperdalam ilmu agama, serta membangun semangat dakwah. Para lulusan memiliki beragam pilihan pengabdian, mulai dari menjadi juru dakwah, melanjutkan pendidikan tinggi, hingga berkarier di institusi Polri dan TNI.

Ajak Santri Cerdas Menyaring Informasi

Dalam arahannya, AKBP Fauzan Arianto menekankan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi tantangan era digital. Menurutnya, kemudahan akses informasi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab dalam menggunakan media sosial.

Ia mengingatkan para santri agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar, terlebih jika sumber dan kebenarannya belum dapat dipastikan.

Di tengah maraknya fenomena citizen journalism dan post-truth, setiap orang memiliki peluang menyebarkan informasi secara cepat. Namun, kebebasan tersebut harus disertai kesadaran untuk memeriksa fakta dan mempertimbangkan dampak informasi terhadap orang lain.

Para santri juga diingatkan agar tidak ikut menyebarkan kabar bohong atau hoaks yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, merugikan pihak lain, hingga mengganggu ketertiban masyarakat.

Selain itu, Wakapolresta menyoroti penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi tersebut, menurutnya, perlu dimanfaatkan untuk menunjang pembelajaran dan kegiatan produktif, bukan untuk membuat atau menyebarkan konten manipulatif maupun pornografi yang dapat merugikan orang lain dan berimplikasi hukum.

Jauhi Narkoba, Utamakan Keselamatan

Tidak hanya membahas literasi digital, AKBP Fauzan juga mengingatkan para santri mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Ia mengajak generasi muda menjaga pergaulan, memperkuat karakter, serta berani menolak ajakan yang dapat merusak kesehatan, menghambat pendidikan, dan mengancam masa depan.

Menurutnya, pembentukan karakter dan kesadaran hukum sejak dini merupakan bekal penting agar para santri mampu mengambil keputusan yang tepat, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya.

Edukasi keselamatan berlalu lintas turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Para santri diimbau mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI saat mengendarai sepeda motor, tidak menggunakan telepon genggam ketika berkendara, menghindari aksi kebut-kebutan, serta tidak mengemudi di bawah pengaruh alkohol.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari kedisiplinan setiap individu.

Buka Ruang Komunikasi bagi Santri

Dalam kesempatan itu, Wakapolresta Balikpapan juga membuka ruang komunikasi bagi para santri dan pengurus pondok pesantren yang membutuhkan informasi maupun bantuan terkait permasalahan hukum.

Masyarakat yang memerlukan koordinasi dapat menghubungi nomor pengaduan 0812-3750-2005, sebagaimana disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Keterbukaan ini diharapkan dapat mempermudah komunikasi antara kepolisian dan lingkungan pendidikan, sekaligus mendorong masyarakat untuk tidak ragu mencari informasi maupun berkonsultasi ketika menghadapi persoalan hukum.

Melalui kegiatan Polisi Peduli Pendidikan, Polresta Balikpapan berupaya memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berpengetahuan, disiplin, serta memiliki kesadaran hukum.

Kehadiran Polri di lingkungan pesantren juga menjadi bagian dari pendekatan humanis untuk membangun kedekatan dengan para santri, guru, dan pengurus lembaga pendidikan. Dengan komunikasi yang baik, diharapkan tumbuh kepercayaan serta kepedulian bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Rangkaiankegiatanberakhir dengansesifotobersamasekitarpukul10.13 WITA.

Melalui program Polisi Bersama Masyarakat, Polresta Balikpapan menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan dengan dunia pendidikan, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang cerdas bermedia digital, menjauhi narkoba, menjunjung tinggi hukum, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Reporter: Eko

DIVISI88 NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!