Divisi88news.com, Mataram, NTB – Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Mataram (FAI UMMAT) menggelar Kuliah Tamu dengan menghadirkan Dr. Elli Oschar, M.Pd.I., Wakil Dekan III Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar (FAI Unismuh Makassar), di Aula FAI UMMAT, Jumat (30/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Elli Oschar membawakan materi bertajuk “Kepemimpinan Transformatif dan Tata Kelola Perguruan Tinggi Islam: Strategi Membangun Budaya Mutu, Keunggulan Institusi, dan Kepercayaan Publik”.
Kegiatan berlangsung dalam suasana akademik yang interaktif. Dr. Elli Oschar didampingi sekaligus dimoderatori oleh Wakil Dekan II FAI UMMAT, Mardiyah Hayati, M.Pd.I.
Keterlibatan kedua pimpinan fakultas tersebut menjadi ruang dialog dan pertukaran pengalaman dalam pengembangan kelembagaan, khususnya terkait kepemimpinan, tata kelola, pengembangan kemahasiswaan, dan peningkatan mutu Fakultas Agama Islam.
Dalam pemaparannya, Elli menegaskan bahwa keunggulan sebuah fakultas tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi sangat dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan, tata kelola organisasi, budaya mutu, serta kemampuan membangun kolaborasi seluruh sivitas akademika.
Menurutnya, pimpinan fakultas harus mampu menjadi penggerak perubahan, bukan sekadar administrator yang menjalankan rutinitas kelembagaan.
“Fakultas yang unggul membutuhkan kepemimpinan yang memiliki visi, keberanian melakukan inovasi, kemampuan menggerakkan sumber daya manusia, serta komitmen membangun budaya mutu secara berkelanjutan. Kepercayaan publik tidak dibangun melalui slogan, tetapi melalui kualitas dan prestasi yang dapat dibuktikan,” ungkap Elli.
Ia juga membagikan pengalaman perjalanan kepemimpinannya sejak aktif dalam organisasi kemahasiswaan ketika masih menjadi mahasiswa, hingga saat ini mengemban amanah sebagai Komandan Nasional KOKAM.
Pengalaman panjang dalam organisasi kepemudaan tersebut menjadi ruang pembelajaran penting dalam membangun kapasitas kepemimpinan, konsolidasi organisasi, manajemen sumber daya manusia, komunikasi, dan pengambilan keputusan.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal dalam menjalankan amanah sebagai Wakil Dekan III FAI Unismuh Makassar, khususnya dalam pengembangan kemahasiswaan, pembinaan prestasi, dan penguatan citra kelembagaan.
Sebagai Ketua Tim Promosi Fakultas, Elli juga menjelaskan pentingnya membangun keterhubungan antara kualitas layanan akademik, prestasi mahasiswa, reputasi fakultas, dan strategi penerimaan mahasiswa baru.
Ia menyampaikan bahwa selama masa kepemimpinannya di bidang kemahasiswaan, FAI Unismuh Makassar secara konsisten mencatat jumlah penerimaan mahasiswa baru terbanyak di lingkungan fakultas.
Selain itu, pada tahun 2026, FAI Unismuh Makassar berhasil meraih Juara 1 Kemahasiswaan Award Universitas Muhammadiyah Makassar.
Capaian tersebut menjadi salah satu contoh praktik pengelolaan kemahasiswaan yang dibangun melalui kerja kolektif, pembinaan berkelanjutan, penguatan organisasi mahasiswa, serta budaya kompetisi dan prestasi.
Dr. Elli Oschar menyampaikan pula bahwa organisasi kemahasiswaan bukan sekadar tempat berkegiatan, melainkan laboratorium kepemimpinan yang mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan kehidupan bermasyarakat.
Lebih lanjut, Elli menguraikan beberapa aspek penting dalam membangun fakultas yang unggul dan terpercaya, yaitu kepemimpinan visioner, tata kelola yang akuntabel, penguatan sistem penjaminan mutu, pengembangan kompetensi mahasiswa, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perluasan jejaring kerja sama antar lembaga.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan akademik lintas perguruan tinggi, seperti kuliah tamu, seminar, dan pertukaran narasumber, perlu dikembangkan menjadi kolaborasi berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi institusi.
Selain memperluas wawasan akademik mahasiswa, kegiatan semacam ini juga dapat memperkuat rekognisi dosen dan institusi, sekaligus menjadi bagian dari dokumentasi pelaksanaan tridarma perguruan tinggi dan pengembangan jejaring kerja sama.
Menurutnya, perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk saling menguatkan melalui pertukaran pengalaman, praktik baik pengelolaan kelembagaan, dan kolaborasi pengembangan sumber daya manusia.
“Jangan membangun fakultas hanya dengan orientasi menyelesaikan program kerja. Bangunlah sistem, budaya mutu, dan tradisi prestasi. Sebab, fakultas yang kuat bukan hanya fakultas yang berhasil hari ini, tetapi fakultas yang mampu menjaga kualitas dan keberlanjutan prestasinya di masa depan,” tegasnya.
Kegiatan kuliah tamu ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus penguatan hubungan akademik antara FAI Universitas Muhammadiyah Makassar dan FAI Universitas Muhammadiyah Mataram. Pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi lebih luas dalam pengembangan pendidikan, kemahasiswaan, peningkatan mutu, dan penguatan kelembagaan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).
Kepemimpinan bukan sekadar tentang siapa yang memegang jabatan, tetapi tentang bagaimana membangun sistem, menggerakkan potensi, menumbuhkan kepercayaan, dan meninggalkan prestasi yang berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan II FAI UMMAT, Mardiyah Hayati, M.Pd.I., turut menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya organisasi kemahasiswaan sebagai ruang pengembangan potensi mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa memiliki energi, kreativitas, dan potensi besar yang perlu diarahkan melalui aktivitas organisasi yang produktif dan konstruktif.
“Organisasi kemahasiswaan adalah wadah yang mampu menampung energi dahsyat yang ada pada diri mahasiswa. Oleh karena itu, manfaatkan organisasi untuk pengembangan intelektual diri dan sebagai wadah membangun kerja sama yang baik. Pada saatnya nanti, ketika sudah berada di tengah masyarakat, ilmunya dapat mendatangkan manfaat,” ungkap Mardiyah. (Anto Buteng)




















