Dvisi88 News. Com BALIKPAPAN,— Polresta Balikpapan berpartisipasi dalam kegiatan Dialog Publik Nasional bertajuk “Mengawal Aspirasi, Menangkal Disinformasi, dan Penguatan Literasi Informasi dalam Mewujudkan Penyampaian Pendapat di Muka Umum yang Aman dan Demokratis”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Divisi Humas Mabes Polri secara virtual melalui Zoom Meeting, yang diikuti oleh seluruh jajaran Polda dan Polres di seluruh Indonesia 29/09/2026
Kegiatan yang berpusat di Divisi Humas Mabes Polri Jakarta ini menghadirkan para narasumber berkompeten di bidangnya, yaitu:
1. Brigjen Pol. Dr. Mohhamad Ngajib, S.I.K., M.H. – Korsabhara Baharkam Polri, yang membahas fungsi pembinaan Sabhara dan pengamanan unjuk rasa;
2. Morali Jeni Indarto, S.Sos., M.Si. – Direktur dari Kementerian Komunikasi dan Digital RI, yang memaparkan strategi menangkal disinformasi dan berita bohong di ruang digital;
3. Margaret Manalu, S.Sos., M.Si. – Pakar Komunikasi Publik, yang menyampaikan materi teknik komunikasi, negosiasi humanis, dan literasi informasi.
Di lingkungan Polresta Balikpapan, kegiatan ini diikuti oleh Kasat Samapta, Kasat Binmas, Kasi Humas, serta staf pendukung pengendali massa, yang berpusat di Ruang Comen Center 110 Polresta Balikpapan. Kegiatan ini dipimpin oleh Kapolresta Balikpapan, KBP Jerrold H.Y. Kumontoy, S.I.K., M.Si.
Dalam paparannya, Korsabhara Baharkam Polri menegaskan pentingnya pendekatan yang humanis, persuasif, dan profesional dalam mengawal aspirasi masyarakat. “Penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional warga negara yang dijamin undang-undang. Tugas Polri adalah memastikan hal tersebut berjalan aman, tertib, dan tidak anarkis,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital RI menyoroti maraknya penyebaran disinformasi dan provokasi di media sosial yang berpotensi menunggangi aksi unjuk rasa. Penguatan literasi informasi kepada masyarakat dinilai sangat penting agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak benar.
Pakar Komunikasi Publik, Margaret Manalu, memaparkan teknik negosiasi, komunikasi publik, serta cara meredakan ketegangan saat berhadapan dengan massa aksi.
Sesi dilanjutkan dengan dialog interaktif bersama peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Polresta Balikpapan turut berpartisipasi aktif, memaparkan pola penanganan aksi di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara yang memiliki karakteristik masyarakat yang beragam.
Menyikapi kegiatan ini, Kapolresta Balikpapan melalui Kasat Samapta menyampaikan, “Kegiatan ini sangat penting dan relevan. Kami berkomitmen untuk senantiasa mengedepankan pengamanan yang humanis dalam mengawal aspirasi masyarakat. Kami juga akan gencar melakukan penguatan literasi informasi guna menangkal disinformasi, sehingga penyampaian pendapat di muka umum di Kota Balikpapan dapat berjalan aman, damai, dan demokratis.”
Dengan terselenggaranya dialog publik ini, diharapkan seluruh jajaran Polri, termasuk Polresta Balikpapan, memiliki pemahaman dan persepsi yang seragam dalam menjaga iklim demokrasi yang sehat, beradab, dan harmonis di Indonesia.
Eko Saliwunto


























