Uncategorized

Super Air Jet Terbang September, UPBU Betoambari Gandeng Pers Dongkrak Penumpang dan Ekonomi Daerah

6
×

Super Air Jet Terbang September, UPBU Betoambari Gandeng Pers Dongkrak Penumpang dan Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini
Kabandara Betoambari, Anas La Bakara Saat Memaparkan Kondisi Perkembangan Bandara Dihadapan para Wartawan pada Kegiatan Coffe Morning, Jumat (28/08/2026).

Divisi88News.com, BAUBAU – Konektivitas udara di Kepulauan Buton memasuki babak baru. Bandara Betoambari Baubau bersiap menyambut kembali kehadiran maskapai Super Air Jet yang dijadwalkan mulai melayani rute Baubau-Makassar pada September 2026.

Kehadiran maskapai dengan pesawat jenis Airbus tersebut diharapkan tidak hanya menambah pilihan penerbangan bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi pertumbuhan pariwisata, perdagangan, hingga perekonomian di wilayah Kepulauan Buton.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Coffee Morning Bersama Insan Pers/Wartawan yang digelar Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Bandara Betoambari di Aula Kantor UPBU Bandara Betoambari, Jumat (28/8/2026).

Mengusung tema “Membangun Sinergi dan Komunikasi Positif antara Bandar Udara dan Media dalam Mendukung Informasi Pelayanan Publik”, pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus diskusi terbuka antara pengelola bandara dan insan pers.

Berbagai isu dibahas, mulai dari peningkatan pelayanan dan jumlah penumpang, kesiapan infrastruktur, keselamatan penerbangan, pengembangan rute, promosi pariwisata, hingga peluang pertumbuhan angkutan kargo.

Kepala UPBU Bandara Betoambari, Anas La Bakara, mengatakan media memiliki posisi penting dalam memperkenalkan berbagai perkembangan layanan penerbangan kepada masyarakat.

“Bandara Betoambari terus berupaya bersinergi dengan rekan-rekan wartawan, yang merupakan ujung tombak dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pengguna jasa penerbangan,” ujar Anas.

Super Air Jet Buka Pilihan Baru

Menurut Anas, rencana beroperasinya Super Air Jet merupakan salah satu hasil dari sinergi antara pengelola bandara dan pemerintah daerah.

Ia menyebut dukungan Pemerintah Kota Baubau bersama pemerintah daerah di kawasan Kepulauan Buton, yakni Kabupaten Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, dan Buton Utara, menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat konektivitas udara.

“Sinergi dengan Pemerintah Kota Baubau yang dipimpin Bapak Wali Kota Yusran Fahim, bersama Pemerintah Kabupaten Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, dan Buton Utara berjalan sangat baik. Insyaallah mulai September nanti Super Air Jet akan melayani rute Baubau–Makassar,” katanya.

Penerbangan tersebut direncanakan beroperasi setiap hari dengan rute sementara Baubau–Makassar.

Masuknya Super Air Jet juga diharapkan menghadirkan pilihan penerbangan yang lebih kompetitif. Selama ini, rute Baubau–Makassar banyak dilayani pesawat ATR 72, dengan harga tiket pada periode tertentu dapat mencapai sekitar Rp1,9 juta.

Sementara itu, tarif awal penerbangan Super Air Jet diproyeksikan berada di kisaran Rp800 ribu sekali penerbangan.

Jika terealisasi, kondisi tersebut tentu menjadi angin segar bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi udara dengan pilihan harga yang lebih terjangkau.

“Langkah ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah untuk menghadirkan layanan penerbangan yang lebih kompetitif, sehingga masyarakat memperoleh pilihan dengan harga tiket yang lebih terjangkau,” jelas Anas.

Dari Satu Penerbangan Kini Tiga

Pertumbuhan aktivitas penerbangan di Bandara Betoambari juga terus menunjukkan perkembangan.

Jika sebelumnya hanya terdapat satu penerbangan, kini aktivitas penerbangan telah meningkat menjadi tiga penerbangan dalam sehari.

Rata-rata jumlah penumpang saat ini mencapai sekitar 210 penumpang per hari. Sementara dari target sekitar 300 penumpang keluar, capaian yang telah diraih berada di kisaran 90 persen.

Pengelola bandara tidak ingin berhenti pada capaian tersebut.

Dengan dukungan infrastruktur yang ada, Bandara Betoambari menyatakan siap melayani hingga tiga pesawat Airbus sekaligus dan bahkan mampu menampung pergerakan hingga sekitar 1.000 penumpang per hari.

Untuk mengejar pertumbuhan tersebut, UPBU Betoambari menyiapkan tiga fokus utama, yakni penguatan operasional, peningkatan pelayanan, dan promosi.

Promosi menjadi salah satu kunci karena keberadaan penerbangan baru harus diikuti dengan peningkatan permintaan masyarakat.

“Fokus kami bukan hanya pada pengoperasian penerbangan, tetapi juga bagaimana meningkatkan jumlah penumpang melalui pelayanan dan promosi,” kata Anas.

Wakatobi hingga Muna Barat Jadi Pasar Potensial

UPBU Betoambari juga melihat pasar pengguna jasa tidak terbatas pada masyarakat Kota Baubau.

Wilayah sekitar, termasuk Wakatobi dan Muna Barat, menjadi bagian dari potensi pasar yang terus dibidik.

Karena itu, keberadaan penerbangan baru perlu dipromosikan secara lebih luas agar masyarakat di kawasan Kepulauan Buton mengetahui pilihan transportasi udara yang tersedia dari Bandara Betoambari.

Di sinilah peran media dinilai sangat penting.

Wartawan tidak hanya diharapkan memberitakan keberadaan penerbangan, tetapi juga ikut mengangkat berbagai potensi wisata, kegiatan daerah, dan peluang ekonomi yang dapat mendatangkan lebih banyak orang ke Baubau dan Kepulauan Buton.

Dalam diskusi tersebut, isu pariwisata dan berbagai event daerah turut menjadi perhatian. Peningkatan jumlah wisatawan dinilai dapat berjalan beriringan dengan bertambahnya pilihan penerbangan.

Keselamatan Tetap Nomor Satu

Di tengah ambisi meningkatkan jumlah penerbangan dan penumpang, UPBU Betoambari menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas.

Anas mengatakan evaluasi operasional dilakukan secara rutin setiap hari. Sosialisasi kepada pengguna jasa juga terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan budaya keselamatan.

Hal tersebut diperkuat dengan pelaksanaan kampanye keselamatan penerbangan sebagaimana Instruksi Menteri Perhubungan Nomor 3 Tahun 2026.

Dari sisi keamanan, pengelola bandara juga terus memperkuat penerapan Airport Security Programme (ASP) dan berbagai standar keamanan penerbangan.

“Kami melakukan evaluasi setiap hari untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan. Selain itu, kami juga terus memberikan sosialisasi kepada pengguna jasa agar standar keselamatan dapat dipahami dan dijalankan bersama,” ujarnya.

Infrastruktur Disiapkan untuk Airbus

Rencana bertambahnya penerbangan juga diikuti dengan kesiapan infrastruktur.

Bandara Betoambari memastikan fasilitas sisi udara terus dipersiapkan untuk mendukung operasional pesawat berbadan sempit seperti Airbus.

Panjang runway menjadi salah satu aspek penting dalam kesiapan tersebut. Bandara juga memastikan apron memiliki kemampuan sesuai kebutuhan operasional pesawat, termasuk dari aspek Pavement Classification Number (PCN).

Kesiapan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadikan Bandara Betoambari sebagai salah satu simpul konektivitas udara yang semakin penting di kawasan Kepulauan Buton.

Tak Hanya Penumpang, Kargo Juga Dibidik

Pengembangan Bandara Betoambari ke depan juga tidak hanya berorientasi pada angkutan penumpang.

Peluang pertumbuhan angkutan kargo mulai menjadi perhatian. Dengan semakin terbukanya konektivitas udara, distribusi barang dan komoditas daerah diharapkan dapat ikut berkembang.

Hal ini dinilai penting untuk mendukung pelaku usaha lokal, memperluas akses pasar, sekaligus mempercepat pergerakan barang dari dan menuju wilayah Kepulauan Buton.

Dengan demikian, penerbangan tidak hanya membawa penumpang, tetapi juga berpotensi membawa pertumbuhan ekonomi baru.

Pers Diajak Jadi Bagian dari Percepatan

Dalam forum tersebut, insan pers juga didorong untuk lebih aktif memberitakan berbagai langkah percepatan yang dilakukan Bandara Betoambari.

Masukan dari wartawan turut memperkaya diskusi, khususnya mengenai strategi promosi, pengembangan rute, peningkatan wisatawan, hingga penguatan agenda event yang dapat menarik kunjungan ke daerah.

Sinergi ini dinilai penting karena keberhasilan sebuah rute penerbangan tidak hanya ditentukan oleh maskapai dan bandara.

Ada ekosistem yang lebih luas pemerintah daerah, pelaku pariwisata, pelaku usaha, masyarakat, dan media yang bersama-sama dapat menciptakan permintaan dan menjaga keberlanjutan konektivitas udara.

Bagi Bandara Betoambari, targetnya jelas: semakin banyak masyarakat yang menggunakan jasa penerbangan, semakin terbuka pula peluang pergerakan ekonomi di Kepulauan Buton.

Karena itu, kehadiran Super Air Jet pada September mendatang diharapkan menjadi lebih dari sekadar tambahan jadwal penerbangan.

Ia diharapkan menjadi pintu masuk bagi konektivitas yang lebih kuat, wisatawan yang lebih banyak, perdagangan yang lebih bergerak, dan perekonomian Kepulauan Buton yang semakin tumbuh.

Coffee Morning tersebut dihadiri para wartawan yang bertugas di wilayah Kota Baubau, baik dari media televisi, radio, media siber maupun media cetak, serta jajaran UPBU Bandara Betoambari.

(Hr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!