BeritaPolri

Polda Jateng dan Stakeholder Perkuat Pendampingan Psikologis bagi Ustazah dan Santriwati di Sukoharjo

3
×

Polda Jateng dan Stakeholder Perkuat Pendampingan Psikologis bagi Ustazah dan Santriwati di Sukoharjo

Sebarkan artikel ini

DIVISI88 NEWS.COM BALIKPAPAN,– Polda Jawa Tengah bersama sejumlah pemangku kepentingan memperkuat pendampingan psikologis dan psikososial bagi ustazah serta santriwati Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Kabupaten Sukoharjo. Langkah ini dilakukan untuk mendukung pemulihan pascakejadian pada 27 Oktober 2026 sekaligus memastikan para pihak terdampak memperoleh perhatian dan perlindungan yang diperlukan.

Pendampingan tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AKP) tingkat provinsi dan Kabupaten Sukoharjo, Kesbangpol Provinsi, Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo, Danramil, Plt. Camat, kepala desa, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.

Dalam keterangannya di Sukoharjo, Senin (2/11/2026), Kombes Pol. Nunuk Setiyowati menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan menjalin silaturahmi sekaligus melihat secara langsung kondisi ustazah dan santriwati yang masih berada di lingkungan pondok pesantren.

Berdasarkan komunikasi dengan pihak pondok, saat kunjungan berlangsung terdapat empat ustazah dan satu santriwati yang masih berada di pesantren. Pihaknya juga menawarkan bantuan fasilitasi kepulangan bagi santriwati asal Lampung apabila mengalami kendala biaya untuk kembali ke daerah asalnya.

“Kami sudah menawarkan apabila memang santriwati yang terkendala biaya ini ingin pulang ke Lampung, kami siap untuk memfasilitasi,” ujar Nunuk.

Pendampingan Berkelanjutan untuk Pemulihan

Nunuk menegaskan, proses pendampingan akan dilakukan secara berkelanjutan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

Pendampingan tersebut mencakup aspek psikologis dan psikososial untuk membantu para ustazah dan santriwati menghadapi dampak kejadian serta mendukung pemulihan kondisi mereka secara bertahap.

“UPTD PPA, baik provinsi maupun kabupaten, siap untuk melakukan pendampingan, baik secara psikologis maupun psikososial, sehingga perlindungan terhadap perempuan dan anak terkait kejadian pada 27 Oktober ini bisa betul-betul dipulihkan dan mereka kembali dapat beraktivitas sesuai yang diharapkan,” jelasnya.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memastikan kebutuhan perlindungan dan pemulihan para pihak terdampak mendapat perhatian yang memadai, dengan tetap menghormati kondisi serta privasi mereka.

PembelajaranDisiapkanSecara Daring

Sementara itu, aktivitas belajar mengajar di Pondok Pesantren Hamalatul Quran untuk sementara masih dihentikan. Meski demikian, pihak pondok telah merencanakan pelaksanaan pembelajaran secara daring melalui Zoom atau metode pembelajaran online lainnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu keberlangsungan pendidikan para santriwati sembari menunggu situasi memungkinkan untuk kembali menjalankan kegiatan belajar mengajar seperti biasa.

Nunuk menyampaikan bahwa pihak pondok menyambut baik kehadiran dan perhatian berbagai instansi yang terlibat dalam pendampingan tersebut. Menurutnya, dukungan lintas sektor menjadi wujud kepedulian bersama dalam membantu proses pemulihan.

“Pada prinsipnya, kami semua ingin membantu melakukan pemulihan dan memberikan pendampingan terhadap para santriwati maupun ustazah,” pungkasnya.

Melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, unsur kewilayahan, dan instansi terkait, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan secara optimal. Dengan pendampingan yang berkelanjutan dan pendekatan yang humanis, para ustazah dan santriwati diharapkan dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari serta melanjutkan pendidikan dalam lingkungan yang aman dan nyaman.

Reporter: Eko

DIVISI88 NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!