DIVISI88 NEWS. COM BALIKPAPAN– Kepedulian terhadap masa depan dan kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan Polda Kalimantan Timur melalui program Polisi Peduli Pengangguran yang menjadi bagian dari gerakan Polisi Bersama Masyarakat.
Kali ini, Polda Kaltim memperkuat kolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dalam mendorong penempatan tenaga kerja melalui kegiatan yang berlangsung di UPTD Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Balikpapan, Kamis (5/11/2026).
Program tersebut menjadi langkah konkret dalam menjembatani hasil pelatihan keterampilan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri, sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan sesuai kompetensi yang dimiliki.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembukaan, dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Timur, Ketua APINDO Kaltim, serta Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., M.H., C.F.E., CFrA.
Sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan peserta menyelesaikan program pelatihan, dilakukan penyerahan sertifikat oleh pihak Disnaker kepada lima perwakilan dari tiga bidang keahlian.
Ketiga bidang tersebut meliputi pengoperasian mesin bubut, pengelolaan administrasi perkantoran, serta pembuatan roti dan kue.
Adapun lima peserta penerima sertifikat yakni Muhamad Farel Sowikromo Matta, Riski Maulana, dan Singgih Adwitiya Saifullah dari program pengoperasian mesin bubut; Siti Nur Fatimah dari program pengelolaan administrasi perkantoran; serta Sheila Wahyuni dari program pembuatan roti dan kue.
Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan secara simbolis 80 peserta pelatihan oleh Kapolda Kaltim kepada APINDO Kaltim. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan tenaga kerja yang telah dibekali keterampilan dengan peluang dan kebutuhan lapangan kerja di dunia industri.
Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa program Polisi Peduli Pengangguran merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap persoalan sosial dan ketenagakerjaan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan dunia usaha menjadi kunci penting dalam memperluas kesempatan kerja serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Melalui sinergi dengan Disnaker dan APINDO, diharapkan masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan melalui pelatihan, tetapi juga memiliki kesempatan lebih luas untuk mendapatkan pekerjaan. Ini merupakan bentuk kontribusi Polri dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat,” demikian pernyataan yang disampaikan secara redaksional.
Melalui program ini, Polda Kaltim berharap kolaborasi lintas sektor dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan untuk bekerja, mengembangkan kemampuan, dan meningkatkan taraf hidup keluarganya.
Lebih dari sekadar program pelatihan, inisiatif tersebut menjadi wujud kehadiran Polri dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui pendekatan yang humanis, produktif, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.
Dengan terbukanya akses terhadap dunia kerja, diharapkan upaya menekan angka pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kalimantan Timur dapat berjalan semakin optimal.
Reporter: Eko
DIVISI88 NEWS


























