BeritaPolri

Buka Akses Kerja bagi Warga, Polresta Balikpapan Perkuat Sinergi dengan Pemkot dan APINDO

2
×

Buka Akses Kerja bagi Warga, Polresta Balikpapan Perkuat Sinergi dengan Pemkot dan APINDO

Sebarkan artikel ini

DIVISI88 NEWS. COM BALIKPAPAN– Upaya menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus menjadi perhatian Polresta Balikpapan. Melalui pendekatan kolaboratif, Polresta Balikpapan menggandeng Pemerintah Kota Balikpapan dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) untuk memperluas akses kesempatan kerja bagi masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dalam mendukung Program Polisi Peduli Pengangguran, Kamis (5/11/2026).

Langkah ini merupakan bagian dari implementasi program kerja 100 Hari Kapolri Jenderal Pol. Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., yang dijalankan secara berjenjang bersama Polda Kalimantan Timur dan jajaran, khususnya Polresta Balikpapan.

Kerja sama lintas sektor tersebut tidak sekadar membuka akses informasi lowongan pekerjaan, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan keterampilan, sertifikasi kompetensi, hingga fasilitasi penempatan tenaga kerja di berbagai sektor industri.

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol. Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa persoalan pengangguran membutuhkan perhatian dan keterlibatan bersama. Sebab, dampaknya tidak hanya dirasakan dari sisi ekonomi, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi sosial serta stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurutnya, Polri memiliki tanggung jawab untuk turut mengambil bagian dalam upaya membangun kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan yang lebih luas, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan warga.

“Polri tidak bisa berdiri sendiri. Kami sangat membutuhkan dukungan Pemerintah Kota Balikpapan, khususnya Dinas Ketenagakerjaan, serta APINDO sebagai mitra dunia usaha. Kita harus bergerak bersama untuk membantu pemerintah menekan angka pengangguran dan membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat,” ungkap Jerrold.

Ia menjelaskan, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari penguatan program Polisi Bersama Masyarakat melalui inisiatif Polisi Peduli Ketenagakerjaan. Program ini diharapkan mampu membangun ekosistem ketenagakerjaan yang produktif, inklusif, serta selaras dengan kebutuhan dunia industri.

Peran Strategis Tiga Pilar Kolaborasi

Dalam kesepakatan tersebut, masing-masing pihak memiliki tanggung jawab sesuai kapasitas dan kewenangannya.

Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Ketenagakerjaan berperan menyiapkan sumber daya manusia, mulai dari pendataan pencari kerja, pelatihan keterampilan, peningkatan kompetensi, sertifikasi, hingga fasilitasi penempatan tenaga kerja.

Sementara APINDO menjadi penghubung antara pencari kerja dan dunia usaha melalui penyampaian informasi kebutuhan tenaga kerja, pembukaan akses lowongan pekerjaan, serta pelibatan perusahaan dalam kegiatan pelatihan, praktik kerja, dan proses rekrutmen.

Adapun Polresta Balikpapan berperan memperkuat koordinasi lintas sektor, pembinaan masyarakat, edukasi hukum, serta pemeliharaan kamtibmas. Dukungan tersebut diharapkan turut menciptakan lingkungan usaha yang aman, nyaman, dan kondusif bagi pertumbuhan investasi di Kota Balikpapan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Balikpapan Adamin Siregar, S.Kom., M.Eng., Staf Ahli Wali Kota Bidang Perekonomian dan Pembangunan Idham, S.E., Ketua APINDO Dr. Abriantinus, S.H., M.A., Wakapolresta Balikpapan AKBP Fauzan Arianto, S.H., S.I.K., M.H., serta para kapolsek dan pejabat utama Polresta Balikpapan.

Pelatihan Harus Berujung pada Kesempatan Kerja

Dalam kesempatan tersebut, turut diperkenalkan sejumlah peserta yang telah menyelesaikan pelatihan kerja dan diproyeksikan untuk disalurkan ke perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

Selain itu, terdapat pula peserta yang masih menjalani pelatihan pemasaran digital atau digital marketing sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan daya saing di tengah perkembangan kebutuhan industri.

Kapolresta menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak semata-mata diukur dari banyaknya peserta yang mengikuti pelatihan ataupun jumlah lulusan yang dihasilkan.

Lebih dari itu, ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah sejauh mana para peserta dapat memperoleh kesempatan kerja dan terserap di dunia industri sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

Berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan yang menjadi bahan koordinasi, tingkat pengangguran di Kota Balikpapan disebut telah menurun hingga berada di kisaran lima persen. Kendati demikian, upaya memperluas kesempatan kerja tetap harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Tidak hanya berorientasi pada penyerapan tenaga kerja, kerja sama ini juga diharapkan memberikan perhatian terhadap perlindungan serta pemenuhan hak-hak pekerja setelah diterima di perusahaan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga memperoleh kepastian perlindungan dalam menjalankan aktivitas profesionalnya.

Terkait persyaratan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dalam proses rekrutmen, pelayanan penerbitannya tetap dilaksanakan sesuai regulasi dan ketentuan yang berlaku. Pelayanan berbasis digital juga disiapkan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan administrasi tersebut.

Membangun Kesejahteraan, Memperkuat Kamtibmas

Melalui sinergi Polresta Balikpapan, Pemerintah Kota Balikpapan, dan APINDO, diharapkan semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap peluang kerja, sekaligus membantu perusahaan mendapatkan sumber daya manusia lokal yang kompeten dan siap bersaing.

Kapolresta Balikpapan berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan kesepakatan, tetapi diwujudkan melalui langkah nyata, program terukur, serta evaluasi berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Harapan kami, melalui kerja sama yang berkesinambungan ini, angka pengangguran di Kota Balikpapan semakin berkurang. Pada akhirnya, peningkatan kesejahteraan masyarakat juga diharapkan berkontribusi terhadap terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tegasnya.

Kolaborasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya melalui tugas menjaga keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga melalui kepedulian sosial, pemberdayaan masyarakat, serta dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi.

Sebab, masyarakat yang memiliki kesempatan kerja dan kehidupan ekonomi yang lebih baik merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan lingkungan yang aman, harmonis, dan kondusif.

Reporter: Eko

DIVISI88 NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!