Divisi88 News. Com BALIKPAPAN – Memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026, Pengurus Daerah Bhayangkari Kalimantan Timur menggelar edukasi kesehatan bagi Bhayangkari dan masyarakat di Kota Balikpapan, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Ekraf, Gedung Parkir Klandasan, Balikpapan, tersebut menghadirkan Dr. Reisa Broto Asmoro sebagai narasumber. Sekitar 150 peserta dari unsur Bhayangkari dan masyarakat turut mengikuti kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA itu.
Sejumlah pengurus Bhayangkari turut hadir, di antaranya Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur Ny. Fanny Jossy, Ketua Bhayangkari Cabang Balikpapan Ny. Riselly Jerold Kumontoy, Ketua Bhayangkari Cabang PPU Ny. Ayu Alek, Ketua Bhayangkari Cabang Bontang Ny. Tya Wibowo Sitepu, serta Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Balikpapan Ny. Yuniar Fauzan bersama jajaran pengurus Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur.
Ketua Bhayangkari Cabang Balikpapan, Ny. Riselly Jerold Kumontoy, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi kesehatan menjadi bagian penting dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
“Melalui kegiatan edukasi kesehatan ini, kami berharap para peserta dapat memperoleh pengetahuan yang bermanfaat, khususnya mengenai bahaya hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung pada usia muda. Mari kita lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga, karena menjaga kesehatan merupakan langkah penting untuk mendukung kualitas hidup yang lebih baik,” ujar Ny. Riselly.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, serta sesi foto bersama. Selanjutnya, peserta mengikuti edukasi kesehatan yang disampaikan Dr. Reisa Broto Asmoro dengan mengangkat tema “Bahaya Tersembunyi Hipertensi, Diabetes, & Jantung Usia Muda.”
Dalam pemaparannya, edukasi diarahkan pada pentingnya mengenali berbagai risiko kesehatan sejak usia muda, terutama yang berkaitan dengan hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. Pengetahuan mengenai faktor risiko serta pentingnya menjaga pola hidup sehat menjadi bagian dari pesan yang disampaikan kepada peserta.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada narasumber terkait berbagai persoalan kesehatan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya edukasi, kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan bagi peserta. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong kesadaran untuk melakukan deteksi dan pemantauan kondisi kesehatan secara berkala.
Peringatan HKGB ke-74 melalui kegiatan edukasi kesehatan tersebut sekaligus memperlihatkan peran Bhayangkari dalam membangun kepedulian terhadap kesehatan keluarga dan masyarakat. Penyampaian informasi secara langsung diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk menerapkan pola hidup sehat serta lebih peduli terhadap kondisi kesehatan diri dan keluarga.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 10.30 WITA. Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib, aman, dan lancar.
Eko Saliwunto


























