BeritaDaerahNasionalPolriSosial

Setetes Darah Sejuta Reputasi: Aksi Senyap Polres Bungo di Balik HUT Humas Polri ke-75

4
×

Setetes Darah Sejuta Reputasi: Aksi Senyap Polres Bungo di Balik HUT Humas Polri ke-75

Sebarkan artikel ini

Divisi88News.com , BUNGO – Bukan apel, bukan seremonial. Peringatan HUT Humas Polri ke-75 di Kabupaten Bungo dirayakan dengan cara paling mendasar: menyumbang darah.

 

Polres Bungo menggelar aksi donor darah serentak pada Selasa, 20 Oktober 2026. Kegiatan dimulai tepat pukul 09.00 WIB di Ruang Bhayangkari Polres Bungo.

 

Sebanyak 62 personel turun langsung menjadi pendonor. Daftarnya bukan kaleng-kaleng. Mulai dari Pejabat Utama (PJU), para Kepala Satuan (Kasat), para Kepala Seksi (Kasi), perwira, hingga bintara Polres Bungo. Semua antre untuk diambil darahnya.

 

Aksi ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah intervensi langsung untuk krisis stok darah di Kabupaten Bungo.

 

Kapolres Bungo, AKBP Zamri Elfino, S.I.K., menegaskan garisnya dengan lugas.

 

“Polri tidak hanya hadir menjaga kamtibmas. Setetes darah kita sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Zamri.

 

Menurutnya, peringatan HUT Humas ke-75 tahun ini mengusung tema yang tidak main-main: “Polisi Bersama Masyarakat, Menjaga Reputasi Polri”. Tema itu, kata dia, adalah pengingat bahwa reputasi tidak dibangun dari rilis pers, melainkan dari kerja nyata.

 

“Reputasi Polri dibangun melalui ketulusan melayani dan kehadiran yang membawa manfaat. Itu intinya,” tegas Zamri.

 

Prosedurnya pun ketat seperti operasi. Tidak ada personel yang langsung donor. Seluruh peserta wajib melewati screening medis.

 

Tim medis melakukan tiga lapis pemeriksaan: pengecekan tekanan darah, pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), hingga skrining riwayat kesehatan. Hanya yang dinyatakan layak yang boleh mendonorkan darah.

 

Senada dengan Kapolres, Kasi Humas Polres Bungo, IPTU Bambang JM, menyebut donor darah adalah wujud pengabdian paling konkret.

 

“Melalui momentum HUT Humas Polri ke-75 ini, kami ingin pererat hubungan Polri dan masyarakat. Bukan hanya dengan kata-kata, tapi dengan aksi yang bermanfaat langsung,” ujar Bambang.

 

Bagi Polres Bungo, pesannya jelas: kedekatan dengan masyarakat tidak diukur dari seberapa sering polisi tampil di kamera, melainkan seberapa banyak manfaat yang bisa diberikan. Dan kali ini, manfaat itu dihitung per kantong darah.

( TK )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!