Divisi88news.com, Pasuruan, Jatim – Penegakan hukum dan keadilan di daerah Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur (Jatim) kini bakal mendapat tambahan kekuatan baru yang sangat signifikan.
Sebanyak kurang lebih 30 mantan Jenderal TNI-Polri menyatakan kesiapannya untuk menjaga negara melalui jalur hukum dengan cara membuka kantor cabang Lembaga Bantuan Hukum (LBH) EM80 di Pasuruan.
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen berkelanjutan para purnawirawan perwira tinggi tersebut untuk tetap mengabdi kepada bangsa dan negara, meskipun tidak lagi aktif di kesatuan militer.
Dalam keterangan pers yang diterima awak Divisi88news.com, Ketua umum LBH EM80 Eddy Murdiono menegaskan bahwa kehadiran cabang baru di Pasuruan ini bertujuan untuk memperluas akses keadilan bagi masyarakat bawah yang selama ini kesulitan mendapatkan bantuan hukum.
“Ini bukan sekedar buka cabang. Ini representasi visi-misi para pendiri LBH EM80. Para pendiri adalah figur yang sudah puluhan tahun berkhidmat, darahnya untuk negara. Mereka semua bukan pensiunan yang mencari panggung,” ucapnya kepada awak Divisi88news.com pada Selasa (3/11/2026).
Meskipun berlatar belakang militer kata Eddy Murdiono, namun para mantan jenderal ini memastikan akan mengedepankan pendekatan humanis dan profesional dalam mengawal setiap perkara.
“Kita pilih Pasuruan sebagai lokasi ekspansi didasari oleh tingginya dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat terhadap pendampingan hukum yang bersih, berintegritas, serta bebas dari intervensi,” kata dia.
30 Purnawirawan Jenderal TNI-Polri yang dulu menjaga negara dengan senjata, tetapi saat ini mereka siap menjaga negara dengan hukum.
“Dulu mereka sumpah di bawah bendera dan sampai hari ini, sumpah itu kini ditagih kembali untuk rakyat. LBH EM80 bukan LBH kaleng-kaleng. Lintasan proses hukum kantor pusat meng-cover seluruh kantor cabang di seluruh Indonesia,” tegas Eddy.
Acara peresmian kantor cabang yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat ini diharapkan menjadi momentum penting bagi penegakan supremasi hukum di wilayah Provinsi Jawa Timur.
“Dari Sabang sampai Merauke, dari Polda Metro Jaya sampai Tambang Batubara Jambi-Kalimantan, dari perkara kredit perbankan syariah sampai tanah rakyat kecil di Trajeng, Pasuruan,” bebernya.
Eddy juga memaparkan, Kota Pasuruan dipilih sebagai salah satu daerah berdirinya LBH EM80, karena Pasuruan butuh representasi visi misi dari para pendirinya. Pasuruan butuh hukum yang tidak bisa dibeli, Pasuruan juga butuh tempat mengadu yang dijaga 30 bintang.
Ketua Umum LBH EM80 menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan konsultasi dan advokasi secara gratis bagi warga miskin.
“Dengan pengawalan langsung dari 30 mantan jenderal, lembaga ini siap menjadi benteng pertahanan bagi masyarakat yang mencari keadilan sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menciptakan ketertiban hukum,” tutupnya. (Anto Buteng)


























