BeritaOlahraga

Jelang Porprov Sultra XV 2026, Pengkab TI Berharap Musorkablub KONI Buton Tengah Segera Terlaksana

4
×

Jelang Porprov Sultra XV 2026, Pengkab TI Berharap Musorkablub KONI Buton Tengah Segera Terlaksana

Sebarkan artikel ini

Divisi88news.com, Buton Tengah, Sultra – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara XV Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 6–12 Desember 2026 di Kota Kendari semakin dekat.

Dalam menghadapi momentum penting ini, Pengurus Kabupaten Taekwondo Indonesia (Pengkab TI) Buton Tengah melalui Sekretaris sekaligus kepala pelatih Taekwondo Buteng Ahmad Zaini, S.Pd menyampaikan harapan agar pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Kabupaten Buton Tengah untuk periode kepengurusan 2026–2030 dapat segera dilaksanakan.

Pasalnya, hingga saat ini Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buton Tengah belum memiliki Ketua Definitif.

Menurutnya, kepastian kepemimpinan KONI merupakan salah satu aspek penting dalam memastikan kesiapan, koordinasi, dan konsolidasi seluruh cabang olahraga menjelang Porprov Sultra XV 2026.

Selain itu, Porprov bukan sekadar ajang pertandingan untuk mengejar medali dan prestasi, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam membawa nama baik daerah.

Oleh karena itu, dibutuhkan kepemimpinan organisasi olahraga yang memiliki kepastian, legitimasi, serta kemampuan mengoordinasikan seluruh kebutuhan kontingen secara terarah.

Pengkab TI Buton Tengah menilai bahwa apabila Musorkablub tidak segera dilaksanakan, terdapat sejumlah potensi dampak negatif yang dapat memengaruhi persiapan daerah menghadapi Porprov, salah satu di antaranya bisa menghambat koordinasi antar cabang olahraga.

“Jangan sampai persoalan organisasi bisa menghambat persiapan atlet,” ujar Ahmad Zaini kepada awak Divisi88news.com pada Kamis, (05/11/2026).

Ia juga mengungkapkan, ketidakpastian kepemimpinan dapat berdampak pada lemahnya koordinasi antara KONI dan seluruh cabang olahraga dalam menyusun langkah persiapan kontingen dikhawatirkan dapat berakibat terhadap ketidakjelasan pengambilan kebijakan organisasi.

“Persoalan ini juga bisa memicu keterlambatan sejumlah keputusan strategis terkait persiapan, kebutuhan atlet, pelatih, serta administrasi kontingen yang memiliki peluang dan potensi,” ungkapnya.

Picu Terganggunya Persiapan Atlet dan Pelatih

Atlet membutuhkan kepastian program latihan, pemusatan latihan (TC), dukungan fasilitas, serta perhatian terhadap kebutuhan mereka menjelang pertandingan.

Berpotensi Timbulkan Persoalan Administrasi dan Pendanaan

Ketidakpastian tata kelola organisasi juga dapat memengaruhi proses koordinasi, pertanggungjawaban, dan pemenuhan kebutuhan cabang olahraga.

Menurunnya Semangat dan Kepercayaan Insan Pecinta Olahraga

Situasi organisasi yang belum memiliki kepastian dapat menimbulkan ketidaknyamanan di kalangan pengurus cabang olahraga, pelatih, atlet, dan pihak-pihak yang terlibat dalam persiapan Porprov.

Pengkab TI Buton Tengah menegaskan bahwa persoalan organisasi tidak boleh menjadi penghambat bagi perjuangan para atlet yang selama ini telah berlatih dan mempersiapkan diri untuk mengharumkan nama Kabupaten Buton Tengah.

Saatnya Seluruh Elemen Olahraga Bersatu

Pengkab TI Buton Tengah berharap Pemerintah Daerah, KONI Provinsi Sulawesi Tenggara, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga di Kabupaten Buton Tengah dapat memberikan perhatian serius terhadap percepatan pelaksanaan Musorkablub.

Musorkablub hendaknya dipandang sebagai momentum konsolidasi dan penyelesaian persoalan organisasi, bukan sebagai ruang untuk mempertajam perbedaan.

Musorkablub juga bertujuan untuk menghadirkan kepengurusan KONI yang definitif, solid, dan mampu bekerja secara maksimal dalam mengoordinasikan seluruh cabang olahraga.

Dengan waktu yang semakin terbatas menuju Porprov Sultra XV 2026, setiap keterlambatan dalam mengambil langkah organisasi berpotensi mengurangi efektivitas persiapan daerah.

“Jangan sampai atlet yang sudah berjuang keras melalui latihan dan pengorbanan justru harus menghadapi ketidakpastian akibat persoalan organisasi. Kepentingan atlet dan nama baik Kabupaten Buton Tengah harus menjadi prioritas bersama,” ucap Ahmad Zaini.

Pengkab TI Buton Tengah juga berharap, seluruh pihak dapat mengedepankan kepentingan olahraga di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan pribadi.
Porprov sudah di depan mata.

“Saatnya berbenah, bersatu, dan bergerak bersama. Jangan biarkan persoalan organisasi menghambat cita-cita atlet Buton Tengah untuk meraih prestasi di Porprov Sultra XV Tahun 2026,” pungkasnya. (**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!