Kepala Desa Napa, Abdul Azis Ansar, S.Sos.
Divisi88news.com, Buton Tengah, Sultra – Upaya meningkatkan kapasitas aparatur desa terus dilakukan melalui kolaborasi dengan dunia akademik. Salah satunya ditunjukkan oleh Kepala Desa Napa, Abdul Azis Ansar, S.Sos, yang mengikuti Program “Kepala Desa Masuk Kampus” Angkatan II di Universitas Indonesia (UI), Depok. Rabu, (15/07/2026)
Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 13 hingga 16 Juli 2026, dan dibuka secara resmi oleh Menteri Dalam Negeri, Jenderal Pol. (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D.
Program ini bertujuan memperluas wawasan kepala desa dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mengidentifikasi dan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki desa.
Menurut Abdul Azis Ansar, program tersebut menjadi kesempatan berharga untuk memperoleh pengetahuan dan inovasi yang dapat diterapkan dalam pembangunan desa.
“Program ini memberikan banyak sekali manfaat untuk kami sebagai Kepala Desa. Dengan belajar di kampus kami berharap dapat memperoleh pengetahuan dan inovasi baru untuk mengembangkan potensi desa. Apa yang kemudian kami pelajari nantinya akan menjadi bekal dalam memberikan pelayanan terbaik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya pada Rabu sore (15/7/2026).
Ia menjelaskan, Desa Napa, di Kabupaten Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), memiliki beragam potensi yang dapat terus dikembangkan, di antaranya sektor pertanian, perikanan, usaha mikro dan kecil, potensi ekonomi lokal, serta pemberdayaan masyarakat.
Namun demikian, Ansar mengakui masih terdapat ketertinggalan dalam pemanfaatan teknologi dibandingkan sejumlah desa di Pulau Jawa yang dinilainya telah berhasil mengoptimalkan teknologi untuk mendukung pengembangan potensi desa.
“Setelah mengikuti kegiatan ini saya menjadi sadar bahwa Desa Napa masih sangat tertinggal. Ketika desa-desa yang ada di Tanah Jawa telah memaksimalkan teknologi sebagai alat untuk memanfaatkan potensi desanya, kita justru masih berkutat pada hal-hal yang monoton nihil manfaat,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera. Melalui pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program tersebut, Ansar berkomitmen membawa ilmu dan pengalaman akademik sebagai bekal memperkuat pembangunan di Desa Napa.
“Melalui semangat dari desa ke kampus ini, saya berkomitmen membawa ilmu dan pengalaman akademik untuk memperkuat pembangunan desa. Saya berharap langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi perangkat desa dan masyarakat agar terus meningkatkan kemampuan serta bersama-sama mengoptimalkan potensi lokal demi terwujudnya Desa Napa yang maju, mandiri, dan sejahtera,” tegasnya.
Melalui sinergi antara pemerintah desa dan perguruan tinggi, berbagai potensi yang dimiliki Desa Napa diharapkan dapat dikelola secara lebih optimal sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat. (Novaldi Asman)


























