Divisi88news.com, Pekalongan, Jateng – Rencana pembukaan kembali akses jalan di perlintasan rel kereta api JPL 126 KM 98+2/3 yang berada di Dukuh Buntu, Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mulai menemui titik terang.
Warga setempat pun menyambut baik rencana pembukaan akses jalan tersebut. Perkembangan itu ditandai dengan terbitnya surat rekomendasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Nomor KA.401/2/14/DJKA/2026.
Dalam surat tersebut, pemerintah pada prinsipnya memberikan persetujuan atas pembukaan akses jalan di lokasi dimaksud.
Namun, pelaksanaannya tetap harus memenuhi ketentuan teknis, aspek keselamatan perkeretaapian, serta melalui koordinasi dengan instansi terkait.

Menindaklanjuti rekomendasi tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan menyatakan siap memfasilitasi proses pembukaan akses dengan melibatkan Pemerintah Desa Tengengwetan, Pemerintah Kecamatan Siwalan, serta pihak-pihak terkait lainnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Agus Purwanto, mengatakan pihaknya akan terus mengupayakan agar akses tersebut dapat segera dibuka kembali.
“Kami tetap optimistis dan akan terus mengupayakan agar akses di perlintasan Jalan Buntu, Dukuh Ndayakan, Desa Tengengwetan, dapat segera dibuka kembali. Tentunya semua harus melalui tahapan dan proses yang memerlukan waktu. Kami mohon masyarakat ikut menjaga sinergi dengan semua pihak,” ujar Agus Purwanto saat ditemui di kantornya pada Senin (13/7/2026) kemarin.
Keberadaan akses tersebut dinilai sangat strategis karena menghubungkan Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan, dengan Desa Tegalontar, Kecamatan Sragi.
Jika kembali difungsikan, jalur tersebut diyakini mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus memangkas waktu tempuh yang selama ini harus memutar hingga beberapa kilometer.
Selama penutupan akses berlangsung, masyarakat mengaku mengalami berbagai kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, pertanian, hingga urusan sosial kemasyarakatan.
Padahal, kedua wilayah tersebut hanya dipisahkan oleh rel kereta api dengan jarak yang relatif dekat.
Kabar terbitnya rekomendasi itu pun disambut antusias oleh warga.
Salah seorang warga Dukuh Mojotengah, Desa Tegalontar, Kecamatan Sragi, Tasurun, mengaku bersyukur dan berharap pembukaan akses segera terealisasi.
“Alhamdulillah, kami sangat senang. Sudah lama masyarakat menunggu kabar seperti ini. Kalau akses ini benar-benar dibuka, warung saya dan warga lainnya tentu akan lebih ramai karena warga dari dua arah bisa kembali melintas. Semoga prosesnya lancar dan segera terealisasi,” ujarnya dengan wajah penuh semangat.
Hal senada disampaikan Tarono, warga Desa Tengengwetan. Menurutnya, pembukaan kembali akses di perlintasan rel kereta api JPL 126 KM 98+2/3 akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar aktivitas dan meningkatkan perekonomian warga di kedua wilayah.
Penulis: Syarif


























