DIVISI88 NEWS. COM TIMIKA,– Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., M.H., menegaskan pentingnya pendekatan humanis, keselamatan personel, serta penguatan sinergi lintas instansi dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua.
Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan pengarahan kepada personel satuan tugas (Satgas) di Papua dan personel Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III di Aula Gedung Eme Neme Kangasih, Yonif 754 Mimika, Timika, Papua Tengah, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antarlembaga sekaligus memastikan pelaksanaan tugas keamanan berjalan secara profesional, bertanggung jawab, dan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H.; Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, S.H.; Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., M.M.; Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si.; Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si.; serta Kaskogabwilhan III, Marsda TNI Ir. Joko Sugeng Sriyanto.
Turut hadir Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah, Dr. Drs. Petrus Izaach Suripatty, M.Si.; Ketua Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah, Agustinus Anggaibak; serta jajaran pejabat TNI-Polri, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya.
Keselamatan Personel Menjadi Prioritas
Dalam arahannya, Dudung menekankan bahwa keselamatan personel harus menjadi perhatian utama setiap pemimpin dalam menjalankan tugas di lapangan. Menurutnya, keberhasilan kepemimpinan tidak semata-mata diukur dari capaian operasi atau jumlah penangkapan, tetapi juga dari kemampuan memastikan anggota tetap aman dan terlindungi.
“Keberhasilan seorang komandan tidak hanya dilihat dari capaian operasi atau penangkapan, tetapi juga dari bagaimana seorang pemimpin memastikan keselamatan anggota yang berada di bawah tanggung jawabnya,” ujar Dudung.
Ia juga mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang berkarakter, berintegritas, dan bertanggung jawab. Para komandan diharapkan mampu menjadi teladan, memahami kondisi anggota, mendengarkan masukan dari personel di lapangan, serta memberikan perhatian terhadap kesejahteraan anggota dan keluarganya.
Menurutnya, kepemimpinan yang baik tidak hanya ditunjukkan melalui perintah, tetapi juga melalui kepedulian dan tanggung jawab terhadap setiap personel yang menjalankan tugas negara.
Pendekatan Humanis untuk Membangun Kepercayaan Masyarakat
Selain keselamatan personel, Menko Polkam menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas di wilayah Papua. Ia mengingatkan agar aparat senantiasa mengedepankan sikap yang menghormati masyarakat serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, penanganan di daerah operasi harus ditingkatkan dengan pendekatan hati dan sifat kemanusiaan. Selalu berbuat baik kepada rakyat karena prajurit berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan bekerja untuk rakyat. Sikap baik dan pendekatan humanis akan mendorong lebih banyak kelompok yang berseberangan untuk sadar, menyerahkan diri, dan kembali merapat,” tambahnya.
Dudung juga menegaskan bahwa loyalitas setiap personel harus tetap berlandaskan Merah Putih, bangsa, dan negara. Ia menilai, koordinasi terpadu antara TNI, Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya Papua yang aman, harmonis, dan sejahtera.
Pendekatan yang mengedepankan kemanusiaan diharapkan dapat memperkuat komunikasi, menumbuhkan kepercayaan masyarakat, serta membuka ruang bagi penyelesaian persoalan secara damai dan bertanggung jawab.
Operasi Damai Cartenz Perkuat Sinergi Lintas Instansi
Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa koordinasi dan sinergi lintas instansi merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di Papua.
“Operasi Damai Cartenz-2026 terus memperkuat koordinasi dan sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan. Dalam setiap pelaksanaan tugas, kami mengedepankan profesionalisme, pendekatan humanis, dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, dengan tetap memperhatikan keselamatan personel serta menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Faizal.
Ia menambahkan, upaya menjaga stabilitas keamanan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, komunikasi yang baik, kepedulian terhadap lingkungan sosial, dan pelaksanaan tugas secara profesional menjadi faktor penting dalam mewujudkan situasi yang aman dan kondusif.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Ardiansyah Daulay, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa arahan Menko Polkam menjadi penguatan bagi seluruh personel untuk menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, sinergi TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat harus terus diperkuat, tidak hanya untuk menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap aparat negara.
“Dalam setiap pelaksanaan tugas, kami berkomitmen untuk mengedepankan pendekatan humanis, menghormati nilai-nilai kemanusiaan, serta mengutamakan keselamatan personel dan masyarakat. Kami meyakini bahwa keamanan yang berkelanjutan tidak hanya dibangun melalui pelaksanaan tugas yang profesional, tetapi juga melalui kepedulian, komunikasi, dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, sinergi seluruh pihak perlu terus diperkuat demi mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” tegas Ardiansyah.
Kunjungan kerja Menko Polkam tersebut menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan di Papua membutuhkan keseimbangan antara profesionalisme aparat, perlindungan keselamatan personel, dan penghormatan terhadap masyarakat.
Melalui sinergi lintas instansi serta pendekatan yang humanis dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, diharapkan tercipta kondisi keamanan yang berkelanjutan sekaligus mendukung terwujudnya Papua yang damai dan sejahtera.
Reporter: Eko
DIVISI88 NEWS


























