BeritaPolri

NNCC Tiongkok Apresiasi Polri, Kolaborasi Negara Bongkar Jaringan Narkotika Internasional di Aceh

4
×

NNCC Tiongkok Apresiasi Polri, Kolaborasi Negara Bongkar Jaringan Narkotika Internasional di Aceh

Sebarkan artikel ini

DIVISI88 NEWS.COM JAKARTA,– Kerja sama penegakan hukum antara Indonesia, Tiongkok, dan Malaysia membuahkan hasil dalam pengungkapan jaringan narkotika lintas negara. Kolaborasi tersebut berhasil mengungkap laboratorium gelap sabu di Aceh dengan barang bukti mencapai 1,2 ton serta penangkapan 11 tersangka di Indonesia.

Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari Komisi Nasional Pengendalian Narkotika Tiongkok (National Narcotics Control Commission/NNCC), yang menilai koordinasi dan pertukaran informasi intelijen antarnegara berperan penting dalam membongkar jaringan kejahatan narkotika internasional.

Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal NNCC sekaligus Wakil Direktur Jenderal Biro Pengendalian Narkotika Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, Lan Weihong, dalam pertemuan bilateral dengan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Lobby Utama Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Lan Weihong menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil penyelidikan intensif terhadap jaringan kejahatan yang diduga menyelundupkan narkotika cair dari kawasan Myanmar, Thailand, dan Laos untuk diedarkan ke sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Informasi intelijen yang dihimpun otoritas Tiongkok kemudian disampaikan kepada pihak Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan penegakan hukum lintas negara.

“Pada bulan September tahun ini, NNCC Tiongkok sudah melaporkan informasi tersebut kepada BNN Indonesia dan kedua belah pihak menentukan melakukan kerja sama itu bisa bersama-sama memberantas tindak pidana narkotika lintas negara,” ujar Lan Weihong.

Ia mengungkapkan, operasi pada 21 Oktober 2026 berhasil membongkar laboratorium gelap sabu di Aceh. Dalam operasi tersebut, aparat Indonesia menyita 1,2 ton sabu dan menangkap 11 tersangka. Sementara itu, otoritas Tiongkok menangkap tujuh orang yang diduga berkaitan dengan jaringan tersebut di wilayahnya.

Menurut Lan Weihong, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kejahatan narkotika yang melintasi batas negara membutuhkan penanganan bersama, didukung penyelidikan profesional, pertukaran informasi yang akurat, serta koordinasi yang efektif di antara aparat penegak hukum.

“Pihak Tiongkok, Indonesia, dan Malaysia dalam kasus kerja sama penegakan kasus ini, kita menunjukkan kapasitas penyelidikan yang sangat profesional, operasi gabungan yang kompak, pengambilan keputusan yang tegas, saling pengertian, dan juga akhirnya bisa mengungkapkan kasus ini dan mencapai hasil yang nyata dan luar biasa,” katanya.

Kapolri Tegaskan Komitmen Bongkar Jaringan hingga ke Pendana

Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa Polri akan terus memperkuat kerja sama internasional untuk memberantas peredaran gelap narkotika, termasuk mengungkap pihak-pihak yang diduga berada di balik pendanaan dan operasional jaringan tersebut.

Kapolri menyampaikan bahwa pengungkapan laboratorium gelap di Aceh merupakan hasil sinergi antara Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea dan Cukai, serta dukungan dari NNCC Tiongkok.

“Yang mana beberapa waktu lalu kita telah melakukan pengungkapan secara bersama antara Polri, BNN Republik Indonesia, Bea Cukai, dan juga tentunya atas dukungan besar dari NNCC,” ujar Kapolri.

Ia menegaskan, pengungkapan tersebut bukan akhir dari proses penegakan hukum. Penyidik masih melakukan pengembangan untuk menelusuri pihak-pihak yang diduga menjadi pendukung dan pendana jaringan, sekaligus mendalami kemungkinan keterkaitan dengan perkara narkotika lainnya di wilayah Medan.

“Kami juga akan senantiasa mendukung Pemerintah Tiongkok dalam rangka mengungkap jaringan besarnya. Dan kami saat ini masih melakukan pengembangan terhadap kasus yang ada di Aceh ini terhadap para pendukung, para pendana, dan juga kaitan dengan jaringan yang satu lagi yang di Medan,” tegasnya.

Pengembangan penyidikan tersebut diharapkan dapat mengungkap jaringan secara lebih menyeluruh, sehingga penegakan hukum tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, tetapi juga pihak-pihak yang diduga mengendalikan dan membiayai kegiatan ilegal tersebut.

Perkuat Sinergi untuk Melindungi Masyarakat

Kapolri menambahkan, kerja sama dengan mitra internasional akan terus ditingkatkan guna mempersempit ruang gerak sindikat narkotika yang memanfaatkan jalur lintas negara. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen menjaga keamanan masyarakat Indonesia sekaligus mendukung stabilitas kawasan Asia.

“Kami sangat serius untuk melakukan upaya pemberantasan narkotika di Indonesia. Kolaborasi ini akan terus kita tingkatkan dalam rangka keamanan di Indonesia dan juga di beberapa wilayah yang ada di sekitar kawasan Asia,” tutup Kapolri.

Pertemuan bilateral tersebut menegaskan pentingnya kemitraan internasional dalam menghadapi kejahatan narkotika yang semakin kompleks. Pertukaran informasi intelijen, koordinasi penyidikan, dan kerja sama penegakan hukum menjadi langkah strategis untuk membongkar jaringan lintas negara hingga ke akar-akarnya.

Melalui sinergi yang berkelanjutan, Indonesia dan negara mitra diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan serta pemberantasan peredaran gelap narkotika demi melindungi masyarakat dari ancaman yang merusak kesehatan, keselamatan, dan masa depan generasi bangsa.

Reporter: Eko

DIVISI88 NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!