Uncategorized

Pulihkan Kondisi Pasca Konflik, Camat Kadatua Ajak Warga Perkuat Kebersamaan dan Hentikan Miras

274
×

Pulihkan Kondisi Pasca Konflik, Camat Kadatua Ajak Warga Perkuat Kebersamaan dan Hentikan Miras

Sebarkan artikel ini
Camat, Kapolsek, Dan Para Kepala Desa dan Kepala Dusun Se Kecamatan Kadatua Usai Rapat Konsolidasi dan Rekonsiliasi Pasca Konflik Antar Desa, Senin (04/05/2026).

Divisi88News.Com, Kadatua – Busel – Suasana pasca konflik yang melibatkan Desa Kaofe, Banabungi, dan Banabungi Selatan menjadi perhatian serius pemerintah Kecamatan Kadatua. Melalui rapat koordinasi yang dihadiri Kapolsek, para kepala desa, kepala dusun, dan perwakilan pemuda, Camat Kadatua, Syamsul, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali merajut kebersamaan.

Rapat tersebut menjadi ruang bersama untuk membangun kembali komunikasi dan memperkuat langkah-langkah harmonisasi di tengah masyarakat.

Syamsul mengungkapkan bahwa konflik yang terjadi telah berdampak langsung pada kehidupan warga. Aktivitas ekonomi sempat terganggu, mobilitas masyarakat terbatas, bahkan jasa ojek dan penyeberangan ikut terdampak.

“Ini bukan hanya soal konflik, tapi bagaimana dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. Kita harus segera memulihkan kondisi ini bersama-sama,”ujarnya, Senin (04/05/2026).

Camat, Polsek dan Para Kepala Desa Dan Kepala Dusun Se-Kecamatan Kadatua Saat Rapat Konsolidasi dan Rekonsiliasi Pasca Konflik Antar Desa, Senin (04/05/2026).

Ia juga kembali mengingatkan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif, termasuk mematuhi surat edaran Bupati terkait pembatasan hiburan yang berpotensi memicu keramaian dan gesekan.

Kepada para kepala desa dan kepala dusun, Syamsul berpesan agar lebih peka terhadap kondisi di lingkungan masing-masing, terutama jika ada potensi konflik dalam lingkup keluarga.

“Kalau ada yang mulai terpancing, mari kita redam bersama. Jangan sampai masalah kecil berkembang menjadi besar,” katanya.

Ia berharap, setelah rapat ini, setiap desa dapat melanjutkan dialog dengan warganya untuk memperkuat proses rekonsiliasi dan menjaga ketenangan di lingkungan masing-masing.

Camat Kadatua, Syamsul,SKM.

Selain itu, Syamsul juga mengajak masyarakat untuk mulai mengubah narasi tentang Kadatua.

“Kalau ingin dikenal luas, mari kita viralkan hal-hal baik. Potensi wisata kita sangat besar,” tambahnya.

Kapolsek Kadatua, Ipda Tafsir Aidi dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan. Ia mengakui keterbatasan personel yang dimiliki.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dengan jumlah personel yang terbatas, kami sangat membutuhkan dukungan masyarakat,” ujarnya.

Kapolsek Kadatua, Ipda Tafsir Aidi
Kapolsek Kadatua, Ipda Tafsir Aidi

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Kadatua memiliki ikatan yang kuat sebagai satu keluarga besar.

“Kita ini satu turunan, satu bahasa. Jangan biarkan perbedaan kecil merusak kebersamaan yang sudah ada,” tuturnya.

Dari sisi pemerintah desa, berbagai masukan turut disampaikan. Kepala Desa Kapoa, Syamsudin, menyoroti perlunya penanganan serius terhadap kenakalan remaja.

“Kalau terus diulang, perlu ada efek jera. Tidak cukup hanya diselesaikan secara kekeluargaan,” tegasnya.

Sementara itu, sejumlah kepala desa lainnya sepakat bahwa minuman keras menjadi salah satu pemicu utama konflik. Mereka mendorong agar peredaran miras dihentikan dan digantikan dengan kegiatan positif, khususnya bagi generasi muda.

Perwakilan pemuda, Darsan, juga menyampaikan harapan agar ke depan ada ruang komunikasi yang lebih cepat dan terbuka, termasuk usulan pembentukan media center serta peningkatan peran Bhabinkamtibmas dalam memberikan edukasi hukum kepada masyarakat.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Camat Kadatua menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan akan mendorong solusi yang tidak hanya bersifat larangan, tetapi juga memberikan alternatif, termasuk membuka peluang mata pencaharian lain bagi masyarakat.

Ia juga mendukung pembentukan wadah pemuda sebagai ruang silaturahmi dan penyelesaian masalah di tingkat awal.

“Kita ingin pemuda menjadi bagian dari solusi. Jika ada persoalan, bisa diselesaikan lebih dulu di tingkat mereka,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah desa didorong untuk mulai merancang Peraturan Desa (Perdes), khususnya terkait pengendalian miras, yang nantinya akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah.

Rapat ini ditutup dengan semangat bersama untuk menjadikan konflik sebagai pelajaran, bukan pemicu perpecahan.

Kini, harapan besar tertuju pada seluruh masyarakat Kadatua untuk kembali menjaga kebersamaan, memulihkan aktivitas ekonomi, dan menciptakan lingkungan yang aman serta harmonis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!