BeritaPendidikan

BPMP Sultra dan Pemda Buton Tengah Perkuat Kolaborasi Pendidikan demi Sukseskan Wajib Belajar 13 Tahun

25
×

BPMP Sultra dan Pemda Buton Tengah Perkuat Kolaborasi Pendidikan demi Sukseskan Wajib Belajar 13 Tahun

Sebarkan artikel ini

Divisi88news. com Buton Tengah — Upaya membangun pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan terus diperkuat melalui kegiatan advokasi kebijakan wajib belajar 13 tahun yang digelar Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Kabupaten Buton Tengah di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buton Tengah, Kamis, 7 Mei 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah guna memastikan seluruh anak usia sekolah memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkelanjutan, mulai dari pendidikan pra sekolah hingga jenjang pendidikan menengah.

Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Tengah, La Ode Amaluddin, Bunda PAUD Kabupaten Buton Tengah, Ketua Pokja Bunda PAUD, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang turut mendukung penguatan kebijakan pendidikan di daerah.

Program wajib belajar 13 tahun yang tengah didorong pemerintah mencakup satu tahun pendidikan pra sekolah sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.

Kebijakan tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kesiapan mental, serta kemampuan dasar anak sejak usia dini sebagai fondasi menuju generasi yang unggul dan berdaya saing.

Dalam forum advokasi tersebut, BPMP Provinsi Sulawesi Tenggara menekankan pentingnya dukungan penuh pemerintah daerah agar implementasi program dapat berjalan optimal dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah yang masih membutuhkan perhatian khusus di sektor pendidikan.

Selain menjadi ruang penguatan kebijakan, kegiatan itu juga dimanfaatkan sebagai forum koordinasi antar pemangku kepentingan dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperluas angka partisipasi sekolah, serta menekan angka anak putus sekolah di Kabupaten Buton Tengah.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Tengah, Dr. La Ode Amaluddin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan harapannya agar kegiatan advokasi tersebut mampu melahirkan langkah-langkah konkret dalam memperkuat komitmen bersama demi menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan bagi generasi masa depan daerah.

“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah. Karena itu, sinergi dan kolaborasi seluruh pihak sangat penting untuk menciptakan generasi yang unggul, cerdas, dan berdaya saing,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik, sekaligus memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan secara optimal sejak usia dini.

(Eko SBN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!