Divisi88news.com, Baubau, Sultra – Harga beberapa barang kebutuhan pokok dan barang penting (Bapokting) di Kota Baubau mengalami kenaikan pasca lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Dari hasil wawancara awak media kepada para pedagang di Pasar Wameo Kota Baubau, hanya ada beberapa bapokting yang mengalami kenaikan harga secara signifikan, khususnya harga telur melonjak tinggi pasca lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sumber menjelaskan, kenaikan ini diduga dipicu perubahan pola distribusi, setelah pasokan tidak lagi masuk langsung ke Baubau selama sepekan terakhir, sehingga menekan harga di tingkat pedagang.
Kenaikan harga yang terjadi tergantung pada ukuran. Telur ukuran jumbo yang sebelumnya dijual Rp64.000-Rp70.000 kini naik menjadi Rp95.000 hingga Rp100.000 per rak. Telur ukuran sedang Rp58.000-Rp60.000 melonjak ke Rp85.000-Rp90.000, sementara telur ukuran kecil kini berada di kisaran Rp80.000 per rak.
Selain itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Baubau, Suarmawati, S.Si., M.Si dalam keterangannya telah memaparkan hasil dari kegiatan monitoring di pasar tradisional terhadap stabilitas harga komoditas pasca Idul Fitri 1447 H di Pasar Tradisional Kota Baubau.
Adapun komoditas yang mengalami kenaikan antara lain :
1). Cabai Rawit Merah : dari harga Rp. 50.000/Kg naik menjadi Rp. 62.492/Kg.
2). Beras Premium Kwalitas I : dari harga Rp. 15.267/Kg naik menjadi Rp. 15.433/Kg.
3). Gula Pasir: dari harga Rp. 15.392/Kg naik menjadi Rp. 18.825/Kg
4). Telur Ayam Ras : Rp. 34.422/Kg naik menjadi Rp. 34.861/Kg
5). Cabai Merah Besar : Rp. 56.659/Kg naik menjadi Rp. 59.150/Kg
6). Cabai Merah Keriting : dari harga Rp. 39.167 / Kg Naik menjadi Rp. 41.659/Kg
7). Tomat : Rp. 9.817/Kg naik menjadi Rp. 16.150
“Mengingat distribusi menggunakan jalur laut, kondisi cuaca di perairan Sulawesi Tenggara sering menjadi alasan terhambatnya distribusi yang memicu kenaikan harga tomat dan cabai,” paparnya pada Senin, (30/3/2026).
Dijelaskan pula, Kota Baubau adalah daerah kepulauan, sehingga memicu terjadinya ketergantungan pada pasokan dari luar daerah (seperti Makassar atau Ambon) sangat tinggi.
“Jika terjadi gangguan jadwal pelayaran atau kenaikan biaya angkut pasca lebaran, harga di tingkat konsumen akan langsung terkoreksi naik,” jelasnya.
Setelah permintaan tinggi di hari raya, stok di tingkat pengepul biasanya menipis. Jika jadwal tanam petani tidak bertepatan dengan masa pasca lebaran, pasokan ke pasar lokal berkurang.
Kepala Disperindag Kota Baubau, Suarmawati, S.Si., M.Si, terus melakukan validasi data dan berkoordinasi dengan Bulog untuk potensi pelaksanaan Operasi Pasar (Pasar Murah) guna menekan laju inflasi daerah. (**)
























