Divisi88news.com BALIKPAPAN – Kepulan asap yang terlihat dari kawasan Jalan Perjuangan RT 48, Kelurahan Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur, Selasa (19/9/2026) menjelang siang, menjadi alarm bagi warga dan petugas akan ancaman kebakaran lahan di tengah kondisi vegetasi yang mengering.
Kebakaran melanda lahan kosong dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai ±5.000 meter persegi. Rumput kering dan semak belukar yang mendominasi lahan membuat api cepat merambat hingga menghanguskan sejumlah bagian kawasan tersebut.
Respons cepat warga dan unsur penanganan Karhutla membuat kobaran api dapat dikendalikan sebelum menjalar lebih jauh.
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 11.00 WITA, setelah warga melihat kepulan asap dan api dari area lahan kosong. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan pengecekan ke lokasi.
Saksi M. Hawi, warga Jalan Perjuangan RT 48, turut memberikan informasi awal terkait kejadian tersebut. Setelah dipastikan terjadi kebakaran, informasi diteruskan kepada unsur terkait untuk dilakukan penanganan.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Manggar Baru, Bhabinkamtibmas Kelurahan Lamaru, Babinsa, BPBD, Tim Alfa Karhutla Mabes TNI, Tim Katana Manggar Baru, perangkat kelurahan serta masyarakat kemudian bergerak bersama melakukan pemadaman.
Warga yang lebih dahulu berada di sekitar lokasi turut membantu pemadaman secara manual. Upaya tersebut dilakukan sembari membuat pembatas agar kobaran tidak merambat menuju vegetasi lain maupun kawasan permukiman di sekitar lokasi.
Api Berhasil Dipadamkan Kurang dari Dua Jam
Penanganan dilakukan secara terpadu dengan mengerahkan unsur Polri, TNI, BPBD dan masyarakat. Kondisi vegetasi yang kering menjadi salah satu faktor yang membuat api berpotensi bergerak cepat, sehingga pemadaman dan pendinginan dilakukan secara berkelanjutan.
Setelah berjibaku di lokasi, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.40 WITA.
Petugas kemudian tidak langsung meninggalkan lokasi. Pendinginan dan penyisiran dilakukan pada sejumlah titik yang dinilai masih berpotensi menyimpan bara.
Pemantauan juga dilakukan terhadap area bekas terbakar guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Kapolsek Balikpapan Timur AKP Muhammad Chusen, S.H., M.H., melalui penanganan di wilayahnya menekankan pentingnya respons cepat dan sinergi seluruh unsur dalam menghadapi ancaman Karhutla, khususnya pada lahan terbuka dengan vegetasi kering.
Penyebab Masih Didalami
Dalam kejadian tersebut, lahan diketahui dimiliki oleh Tandi, Karyono dan Tabrani. Hingga api berhasil dipadamkan, belum diperoleh informasi yang memastikan penyebab awal kebakaran.
Aparat masih melakukan pendalaman melalui keterangan saksi, informasi masyarakat sekitar serta kondisi lokasi kejadian.
Hal tersebut menjadi penting agar setiap fakta dapat diperoleh secara utuh dan tidak menimbulkan kesimpulan prematur mengenai sumber api.
Tidak terdapat laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Dampak yang teridentifikasi sejauh ini berupa terbakarnya vegetasi berupa rumput kering dan semak belukar pada area lahan dengan luas sekitar 5.000 meter persegi.

Warga Jadi Mata dan Telinga Pencegahan Karhutla
Peristiwa di Manggar Baru sekaligus memperlihatkan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam sistem deteksi dini Karhutla.
Kepulan asap yang segera dilaporkan memungkinkan petugas bergerak sebelum api berkembang menjadi lebih besar. Bantuan warga dalam proses pemadaman manual juga menjadi bagian dari upaya bersama menjaga lingkungan dan keselamatan kawasan sekitar.
Polsek Balikpapan Timur bersama TNI, BPBD, pemerintah kelurahan dan unsur masyarakat terus mendorong kewaspadaan terhadap lahan-lahan kosong yang dipenuhi vegetasi kering.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan maupun aktivitas lain yang dapat menjadi sumber api, terutama ketika kondisi cuaca panas dan kering.
Pemilik atau pengelola lahan juga diharapkan ikut memperhatikan kondisi lahannya, termasuk melakukan pembersihan terhadap vegetasi kering yang berpotensi menjadi bahan bakar apabila terjadi kebakaran.
Mencegah Sebelum Api Membesar
Karhutla tidak selalu bermula dari kobaran besar. Dalam banyak situasi, ancaman dapat diawali dari titik api kecil yang kemudian berkembang karena kondisi lingkungan mendukung.
Karena itu, pengawasan terhadap lahan terbuka, pelaporan cepat ketika menemukan asap, serta koordinasi lintas unsur menjadi bagian penting dalam memutus rantai kebakaran sejak dini.
Kejadian di Jalan Perjuangan Manggar Baru menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla bukan hanya pekerjaan petugas pemadam. Kewaspadaan masyarakat, kepedulian pemilik lahan dan kecepatan respons aparat merupakan mata rantai yang saling menguatkan.
Dengan sinergi tersebut, setiap kepulan asap dapat segera ditindaklanjuti dan setiap titik api diharapkan dapat dikendalikan sebelum berubah menjadi ancaman yang lebih besar bagi lingkungan maupun masyarakat.
Eko Saliwunto


























