Divisi88news.com Balikpapan — Polresta Balikpapan menjadi lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi (KKP) Serdik Sespimmen Polri Dikreg Angkatan ke-66 yang melibatkan unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen strategis di Kota Balikpapan, 18/05/2026
Kegiatan yang berlangsung di lobi Mapolresta Balikpapan tersebut mengangkat tema “Analisa terhadap Penanggulangan Kelangkaan BBM guna Mencegah Terjadinya Unjuk Rasa dalam rangka Harkamtibmas”. Tema ini dinilai relevan dengan upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah dinamika kebutuhan energi masyarakat.
Kapolresta Balikpapan Komisaris Besar Polisi Jerrold H.Y. Kumontoy, S.I.K., M.Si., yang diwakili PLT Wakapolresta Balikpapan Kompol Teguh Sanyoto, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam diskusi dan pemetaan persoalan sosial menjadi bagian penting dalam membangun solusi yang tepat dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Tim KKP Serdik Sespimmen Polri Dikreg Ke-66, Kombes Pol Untoro Saputro, S.H., S.ST.MK., menjelaskan bahwa kegiatan KKP bukan sekadar agenda akademik, melainkan ruang pembelajaran langsung bagi para perwira siswa untuk memahami dinamika sosial di tengah masyarakat.
“KKP ini menjadi sarana bagi para peserta didik untuk turun langsung ke lapangan, mendengarkan aspirasi masyarakat, memahami persoalan riil, serta membangun komunikasi yang konstruktif dengan seluruh elemen yang ada,” ujarnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para Serdik Sespimmen melaksanakan sejumlah agenda, di antaranya diskusi publik bersama tokoh masyarakat dan instansi pemerintah terkait potensi dampak kelangkaan BBM terhadap situasi kamtibmas di Balikpapan.
Selain itu, dilakukan pula pembahasan mengenai sinergitas lintas instansi dalam penanganan persoalan sosial, evaluasi potensi konflik, hingga penyusunan langkah mitigasi yang dapat dilakukan secara terpadu.
Suasana dialog berlangsung hangat dan terbuka. Sejumlah tokoh masyarakat menyampaikan apresiasi atas pendekatan humanis yang dilakukan Polri melalui kegiatan tersebut.
“Kami merasa diberi ruang untuk menyampaikan kondisi yang sebenarnya terjadi di masyarakat. Kehadiran para Perwira Siswa membuat komunikasi terasa lebih terbuka dan membangun,” ujar salah satu perwakilan masyarakat yang hadir.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir rekomendasi strategis yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memperkuat pelayanan Polri kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan di wilayah Kota Balikpapan.
Polresta Balikpapan juga menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang partisipasi publik dalam setiap program pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya gagasan dan solusi yang bermanfaat bagi kepentingan sosial secara luas.
Kegiatan ditutup dengan pemberian cinderamata dari peserta didik Sespimmen Polri kepada jajaran Polresta Balikpapan, dilanjutkan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi dan kebersamaan yang terjalin selama kegiatan berlangsung.
Eko Saliwunto


























