Divisi88news,com Balikpapan — Situasi unjuk rasa yang sempat mengalami peningkatan eskalasi di Kota Balikpapan berhasil dikendalikan secara kondusif oleh jajaran Polresta Balikpapan melalui langkah tegas, terukur, dan humanis.
Ratusan massa dari berbagai lapisan masyarakat turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi di muka umum. Namun, dalam perkembangannya, aktivitas tersebut sempat berdampak terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya bagi pengguna fasilitas umum di sekitar lokasi aksi.


Dalam kegiatan pengamanan tersebut, Kapolresta Balikpapan Komisaris Besar Polisi Jerrold H.Y. Kumontoy, S.I.K., M.Si., yang diwakili oleh Plt. Wakapolresta Kompol Teguh Sanyoto, S.H., M.H., bersama Kabag Ops Kompol Jajat Suderajat, S.H., memimpin langsung jalannya pengamanan. Mereka didukung oleh para pejabat pengendali serta seluruh personel yang terlibat dalam pelayanan pengamanan unjuk rasa.
Aksi yang awalnya diikuti oleh sejumlah kecil peserta berkembang menjadi kelompok massa yang bergerak menuju salah satu perkantoran pemerintah untuk menyampaikan orasi. Sepanjang kegiatan berlangsung, aparat kepolisian melakukan pengawalan guna mencegah potensi gangguan terhadap aktivitas masyarakat lainnya.
Pengamanan ini merupakan bagian dari simulasi latihan penanganan unjuk rasa (PAM Unras) yang digelar Polresta Balikpapan. Dalam pelaksanaannya, pendekatan mitigasi risiko menjadi prioritas, dengan mengedepankan tindakan tegas yang tetap menjunjung nilai-nilai humanis.
Polresta Balikpapan bersama jajaran Polsek juga aktif memberikan edukasi kepada massa agar penyampaian pendapat dilakukan secara tertib dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pendekatan humanis ini menjadi wujud sinergi antara kepolisian dan masyarakat, meskipun memiliki peran yang berbeda dalam kegiatan tersebut.
Seluruh satuan fungsi dilibatkan dalam pengamanan, mulai dari tim pengawalan massa, negosiator, Dalmas awal hingga Dalmas lanjut. Selain itu, kendaraan taktis seperti water cannon turut disiagakan sebagai langkah antisipatif. Upaya penguraian massa juga dilakukan oleh tim khusus bermotor, sehingga situasi dapat kembali terkendali.
Dalam simulasi tersebut, petugas juga mengamankan satu orang yang diduga sebagai provokator guna mencegah potensi gangguan yang lebih luas. Secara bertahap, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib.
Kegiatan ditutup dengan apel konsolidasi, menandai berakhirnya seluruh rangkaian pengamanan dalam keadaan aman dan kondusif.
Melalui kegiatan ini, Polresta Balikpapan menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas kamtibmas dengan mengedepankan profesionalisme, sinergi, serta pendekatan yang humanis demi mewujudkan Balikpapan yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Eko Saliwunto
























