BeritaDaerah

Sungai Langkumbe Meluap, LSM Perisai Desak Pemda Butur Lakukan Penanganan Teknis Permanen

20
×

Sungai Langkumbe Meluap, LSM Perisai Desak Pemda Butur Lakukan Penanganan Teknis Permanen

Sebarkan artikel ini

 

Divisi88news.com, Buton Utara, Sultra – Memasuki musim penghujan, dua sungai labana dan langkumbe, Kecamatan Kulisusu Barat, kembali dihantui oleh luapan air sungai yang merendam pemukiman dan lahan pertanian.

Kondisi yang terus berulang setiap tahun ini memicu reaksi keras dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perisai.

Keluhan masyarakat dan kondisi lapangan
setiap kali intensitas curah hujan meningkat, debit air sungai di dua aliran sungai ini meluap di desa Lapandewa dan desa kasulatombi tidak lagi mampu tertampung dalam palung sungai, mengakibatkan air meluap ke area vital warga.

Selain mengganggu mobilitas, banjir ini mengancam ketahanan pangan lokal karena banyak kebun warga yang terendam.

Desakan LSM Perisai: Solusi Teknis bukan sekadar wacana,
Dewan Penasihat LSM Perisai menegaskan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Buton Utara harus memberikan solusi atau penanganan yang menyentuh sekali akar permasalahan.

“Kami mendesak Pemda Butur melalui dinas terkait untuk segera turun tangan. agar tidak terjadi setiap musim hujan. Harus ada langkah teknis yang nyata agar masyarakat Lapandewa dan desa kasulatombi tidak terus-menerus menjadi korban,” ujar Iyan.

Rekomendasi Penanganan dengan Efisiensi Anggaran
LSM Perisai juga menekankan pentingnya aspek efisiensi anggaran dalam perencanaan proyek ini.

Alih-alih proyek besar yang tidak tepat sasaran, LSM Perisai juga memberikan beberapa poin rekomendasi:

1. Normalisasi Sungai secara Presisi: Melakukan pengerukan sedimen di titik-titik penyempitan alur sungai untuk mengembalikan kapasitas tampung air.

2. Pembangunan Tanggul Penahan (Revetment): Membangun struktur pengaman di titik-titik rawan jebol dengan material lokal yang berkualitas untuk menekan biaya logistik.

3. Sistem Drainase Terintegrasi: Memperbaiki saluran pembuangan di sekitar pemukiman agar air parkir dapat segera dialirkan kembali ke sungai utama.

4. Kajian Hidrologi yang Matang: Menghindari pemborosan anggaran dengan memastikan pembangunan infrastruktur didasarkan pada data debit air maksimal, sehingga bangunan fisik tidak cepat rusak.

Masyarakat Desa Lapandewa dan kasulatombi berharap desakan ini segera direspon oleh Bupati dan DPRD Buton Utara dalam penyusunan prioritas anggaran.

“Penanganan banjir ini dinilai krusial bukan hanya untuk kenyamanan warga, tetapi juga untuk menjaga stabilitas ekonomi desa yang sangat bergantung pada sektor pertanian,” tutup Iyan.

Penulis: Suarsanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!