Uncategorized

Talkshow HUT ke-20 Lakambau: Wagub Sultra, Sekda Busel dan Karlina Sukarman Sepakat Dorong Ekonomi Kreatif dan Pariwisata

10
×

Talkshow HUT ke-20 Lakambau: Wagub Sultra, Sekda Busel dan Karlina Sukarman Sepakat Dorong Ekonomi Kreatif dan Pariwisata

Sebarkan artikel ini

Divisi88News.Com, Buton Selatan – Pengembangan ekonomi kreatif, pelestarian budaya, dan sektor pariwisata menjadi perhatian utama dalam kegiatan talkshow rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Kelurahan Lakambau, Kabupaten Buton Selatan (Busel).

Talkshow yang digelar di jantung ibu kota Buton Selatan tersebut menghadirkan tiga pemateri, yakni Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua, Sekretaris Daerah (Sekda) Buton Selatan, Harwanto, serta Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Barisan Muda Wirausaha Indonesia (LBMWI), Karlina Sukarman.

Ketiga pemateri menyampaikan pandangan dan gagasan yang saling melengkapi mengenai pentingnya membangun sektor ekonomi kreatif dan pariwisata sebagai salah satu kekuatan ekonomi baru di Buton Selatan.

Karlina Sukarman: Produk Lokal Harus Siap Menembus Pasar Mancanegara

Dalam pemaparannya pada subtema ekonomi kreatif, Karlina Sukarman menekankan bahwa Buton Selatan memiliki kekayaan produk lokal yang berpotensi dikembangkan hingga menembus pasar nasional bahkan mancanegara.

Sejumlah produk unggulan yang disebutkan di antaranya kopi Rongi, ubi kayu, serta aneka kuliner tradisional seperti onde-onde, cucur, dan berbagai makanan khas daerah lainnya.

Menurut Karlina, potensi tersebut perlu dikemas melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, kemasan yang menarik, serta kelengkapan legalitas usaha agar memiliki daya saing lebih tinggi.

“Ada kopi Rongi yang membutuhkan perlakuan khusus, terutama dalam bentuk kemasan yang menarik. Dengan begitu, mempromosikan produk bukan lagi menjadi hal sulit dan akan lebih menarik perhatian konsumen. Tidak kalah penting adalah bagaimana kita memberikan label produk dan mengurus izin produknya,” ungkap Karlina.

Ia juga mendorong agar kegiatan festival budaya dan pariwisata menjadi ruang promosi bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk lokal kepada wisatawan.

“Kegiatan berikutnya bisa dalam bentuk festival. Busel bisa mengundang wisatawan mancanegara untuk menghadiri festival budaya. Para pelaku UMKM dapat menampilkan jajanan dan makanan khas daerah. Dari situ akan tercipta pusat perputaran ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Karlina turut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku UMKM dalam membangun sektor pariwisata.

Ia berharap kehadiran Wakil Gubernur Sultra dan Sekda Buton Selatan dapat menjadi momentum untuk menghadirkan edukasi, pelatihan, serta pendampingan bagi pelaku UMKM dan pegiat pariwisata.

“Kami di lembaga sangat mendukung dan membantu para pelaku UMKM, khususnya dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB). Di daerah lain juga kami melakukan hal yang sama sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha masyarakat,” jelasnya.

Menutup pemaparannya, Karlina mengajak generasi muda untuk mengambil peran dalam mengembangkan potensi daerah.

“Anak muda harus tampil dan mampu bergotong royong. Untuk para pelaku UMKM, harus tetap konsisten. Besar atau kecil hasil yang diperoleh, konsistensi adalah hal utama,” tegasnya.

Sekda Harwanto: Busel Miliki 139 Objek Wisata

Sementara itu, Sekda Buton Selatan, Harwanto, menjelaskan bahwa pengembangan budaya dan pariwisata merupakan bagian dari visi dan misi kepala daerah.

Ia mengungkapkan, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi wisata dan budaya yang tersebar di wilayah Buton Selatan.

Salah satunya dengan menghidupkan dan memperbanyak penyelenggaraan event budaya, pariwisata, maupun kegiatan ekonomi kreatif.

Menurutnya, Buton Selatan memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang besar, termasuk keberadaan 72 kadie di wilayah Kepulauan Buton.

“Semakin banyak event yang kita buat, baik event budaya, pariwisata maupun ekonomi kreatif, maka semakin banyak pengunjung yang datang. Ketika wisatawan bertambah, UMKM akan semakin hidup dan semakin banyak uang yang berputar di Buton Selatan,” jelas Harwanto.

Selain itu, pemerintah daerah berencana merevisi Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Riparda) pada 2027 karena dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi kekinian.

Harwanto menyebutkan, berdasarkan pendataan pemerintah daerah, terdapat sekitar 139 objek wisata di Buton Selatan. Dari jumlah tersebut, sekitar 10 objek berpotensi masuk dalam klaster wisata nasional dan lebih dari 20 objek lainnya berpotensi dikembangkan dalam klaster regional.

Potensi tersebut tersebar mulai dari Pulau Kadatua hingga Pulau Batu Atas.

Ia berharap kehadiran Wakil Gubernur Sultra dapat menjadi kesempatan untuk memperlihatkan secara langsung potensi wisata Buton Selatan sehingga mendapat perhatian dan dukungan kebijakan dari pemerintah provinsi.

Harwanto juga menilai tokoh-tokoh sejarah dan peninggalan budaya daerah dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk mendatangkan wisatawan melalui penyelenggaraan festival budaya dan pariwisata.

Wagub Hugua: Budaya, Pariwisata dan Ekonomi Harus Berjalan Harmonis

Dalam materi bertajuk harmonisasi kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, mengapresiasi pelaksanaan talkshow yang dinilainya sebagai langkah awal yang tepat dalam membangun kesadaran bersama mengenai potensi daerah.

Menurut Hugua, kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif merupakan tiga sektor yang saling berkaitan dan harus dikembangkan secara harmonis.

Ia menegaskan, pengembangan pariwisata tidak boleh hanya menguntungkan pemerintah atau pengusaha, tetapi juga harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan pelaku UMKM.

“Bagaimana kebijakan itu kita bangun secara harmonis. UMKM mendapatkan keuntungan, masyarakat mendapatkan keuntungan, dan pemerintah daerah juga mendapatkan manfaatnya,” ungkap Hugua.

Ia juga menekankan pentingnya pendidikan, inovasi, dan kreativitas bagi generasi muda agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Hugua mengingatkan bahwa pengembangan budaya harus menjadi fondasi sebelum daerah berbicara lebih jauh tentang mendatangkan wisatawan mancanegara.

“Kalau budaya sudah berkembang, pengusaha dan masyarakat semuanya harmonis, maju bersama, barulah kita bisa mendatangkan orang asing. Ketika wisatawan datang, mereka melihat, menikmati, kemudian menceritakan potensi daerah kita ke mana-mana,” ujarnya.

Terkait produk kuliner lokal seperti onde-onde dan cucur, Hugua mengingatkan pentingnya menjaga kualitas, kebersihan, dan standar produk agar dapat diterima oleh wisatawan dari berbagai daerah maupun negara.

Selain kualitas, inovasi teknologi dan pemanfaatan media sosial juga dinilai penting sebagai sarana promosi dan pemasaran produk lokal.

Ia turut menekankan pentingnya keberlanjutan usaha melalui ketersediaan bahan baku lokal agar kegiatan ekonomi kreatif tidak hanya berkembang sesaat, tetapi mampu bertahan dalam jangka panjang.

Lebih jauh, Hugua mendorong adanya perencanaan anggaran melalui kolaborasi pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat untuk mendukung penyelenggaraan event budaya dan pariwisata.

Menurutnya, investasi juga menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

“Tanpa investasi, tidak ada uang yang masuk. Kalau tidak ada uang yang masuk, maka tidak ada lapangan kerja,” tegasnya.

Talkshow Jadi Momentum Kolaborasi

Kesamaan pandangan dari ketiga pemateri tersebut memperlihatkan bahwa Buton Selatan memiliki peluang besar untuk mengembangkan ekonomi daerah melalui perpaduan kekuatan budaya, pariwisata, dan UMKM.

Talkshow dalam rangka HUT ke-20 Kelurahan Lakambau ini diharapkan tidak berhenti sebatas diskusi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program konkret berupa festival budaya, pelatihan UMKM, pendampingan legalitas usaha, peningkatan kualitas produk, promosi wisata, hingga dukungan investasi.

Dengan kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah provinsi, lembaga, generasi muda, dan masyarakat, potensi lokal Buton Selatan diharapkan mampu menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!