Uncategorized

Pedagang Kecil Kian Terjepit, Harga Plastik di Baubau Melonjak Tajam Tanpa Kendali

20
×

Pedagang Kecil Kian Terjepit, Harga Plastik di Baubau Melonjak Tajam Tanpa Kendali

Sebarkan artikel ini

Divisi88News.Com, Baubau – Tekanan ekonomi terhadap pedagang kecil di pasar tradisional semakin nyata. Lonjakan harga bahan pendukung seperti plastik dalam beberapa pekan terakhir kini berubah menjadi krisis kecil yang menghantam langsung pelaku usaha mikro.

Di sejumlah pasar tradisional, pedagang mengeluhkan kenaikan harga kantong plastik yang sebelumnya dijual Rp7.000 per pak, kini naik menjadi Rp10.000. Kenaikan sebesar itu mungkin terlihat sepele bagi sebagian kalangan, namun bagi pedagang kecil yang mengandalkan perputaran uang harian, selisih tersebut menjadi beban berulang yang menggerus keuntungan.

Situasi semakin memburuk dengan melonjaknya harga cup makanan plastik. Jika sebelumnya berada di angka Rp25.000 per pak, kini harga tersebut meroket hingga Rp49.000. Lonjakan hampir dua kali lipat ini dinilai sangat tidak wajar dan membuat pelaku UMKM kuliner berada di posisi sulit.

Para pedagang kini dihadapkan pada pilihan yang sama-sama merugikan, menaikkan harga jual dan berisiko kehilangan pelanggan, atau tetap bertahan dengan harga lama namun harus menanggung biaya operasional yang membengkak.

Salah satu pedagang kecil berinisial S di kawasan Kelurahan Kalia-Lia menyampaikan keluhannya dengan nada penuh keprihatinan.

“kasian harga kantong plastik sudah naik harganya, biasanya 7 ribu sekarang sudah 10 ribu, padahal kasian kita penjual ini susah sekali dapatkan uang 3 ribu itu,”ungkapnya, Rabu (06/05/2026).

Menurut sejumlah pedagang, kenaikan harga ini terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya sosialisasi atau penjelasan dari distributor maupun pihak terkait. Bahkan, sebagian menduga adanya gangguan distribusi atau permainan harga di tingkat pemasok yang belum terkontrol.

Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas jual beli di pasar. Beberapa pedagang mulai mengurangi penggunaan plastik, bahkan ada yang meminta pembeli membawa kantong sendiri. Namun, langkah ini tidak selalu efektif, terutama bagi pedagang makanan yang tetap membutuhkan kemasan praktis seperti cup plastik.

Lebih jauh, lonjakan harga ini juga berpotensi memicu efek domino. Jika pedagang terpaksa menaikkan harga jual, maka daya beli masyarakat bawah akan semakin tertekan. Pada akhirnya, bukan hanya pedagang yang terdampak, tetapi juga konsumen dari kalangan ekonomi lemah.

Masyarakat dan pelaku UMKM kini berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam. Mereka mendesak adanya pengawasan terhadap rantai distribusi serta langkah konkret untuk menstabilkan harga di pasaran. Intervensi seperti operasi pasar, penelusuran distributor, hingga kebijakan pengendalian harga dinilai mendesak dilakukan.

Tanpa langkah cepat dan tegas, lonjakan harga plastik ini dikhawatirkan akan terus berlanjut dan memperparah kondisi ekonomi pedagang kecil yang sudah lebih dulu berada di garis rentan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!