Divisi88,news com BALIKPAPAN — Menjelang rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar di Samarinda, Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur menyiapkan langkah pengamanan secara matang, terpadu, dan berlapis. Pendekatan yang diusung tidak hanya mengedepankan kekuatan personel, tetapi juga pemanfaatan teknologi modern guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Aksi yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (21/04/2026) di depan Kantor Gubernur dan DPRD Provinsi Kalimantan Timur tersebut diperkirakan akan melibatkan massa dari Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim dengan sejumlah tuntutan strategis, di antaranya penolakan praktik KKN serta desakan audit menyeluruh terhadap pemerintah provinsi.
Dalam rangka mengantisipasi dinamika di lapangan, Brimob Polda Kaltim mengerahkan kekuatan sebanyak 6 SSK PHH, 2 unit tim escape, serta 1 SST tim drone dan anti-drone, yang didukung kendaraan taktis (rantis). Sebagai tahap awal penguatan, sebanyak 3 SSK personel telah diberangkatkan lebih dulu dari Balikpapan menuju Samarinda untuk mengamankan titik-titik vital.
Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Andy Rifai, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa seluruh personel diinstruksikan untuk menjalankan tugas secara profesional dengan mengedepankan pendekatan humanis.
“Kehadiran kami bertujuan untuk menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dapat berjalan dengan aman, tertib, dan damai. Seluruh personel di lapangan diingatkan untuk tetap humanis, namun tegas sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku,” ujarnya.
Sementara itu, Kabagops Satbrimob Polda Kaltim, AKP Nugroho Widihyanto, menjelaskan bahwa kesiapan teknis juga menjadi fokus utama, termasuk pengawasan ruang udara di sekitar lokasi aksi.
“Kami tidak hanya mengamankan dari sisi darat, tetapi juga mengantisipasi potensi gangguan dari udara. Tim drone dan anti-drone diterjunkan untuk memastikan situasi tetap terkendali dan steril dari potensi ancaman yang dapat memicu gangguan keamanan,” jelasnya.
Dengan kesiapan personel dan dukungan teknologi tersebut, diharapkan pelaksanaan aksi unjuk rasa dapat berlangsung secara damai, tertib, serta tetap menjunjung tinggi nilai demokrasi tanpa mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Eko Saliwunto






















