Divisi88news.com BUTON TENGAH,– Upaya mencegah dan menangani Anak Tidak Sekolah (ATS) terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak, khususnya dalam memastikan setiap anak memperoleh hak atas pendidikan sejak usia dini.
Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang mengangkat tema “Bunda PAUD Bergerak, Cegah ATS dan Wujudkan Layanan PAUD Holistik Integratif yang Berkualitas”, yang digelar di Gedung Kesenian Lakudo, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Senin (21/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh Bunda PAUD Kecamatan, Bunda PAUD Kelurahan/Desa se-Kabupaten Buton Tengah, serta Pokja Bunda PAUD Kabupaten Buton Tengah. Kehadiran para peserta menjadi bagian penting dalam memperkuat peran strategis Bunda PAUD hingga tingkat kewilayahan dalam mengidentifikasi, mencegah, sekaligus mencari solusi terhadap persoalan anak yang berisiko tidak mengenyam pendidikan.
Kegiatan dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Tengah, Dr. La Ode Amaludddin, S.Pd., M.Pd., didampingi Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF, Susiati, S.Pd., SD.
Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai narasumber dari BPMP Provinsi Sulawesi Tenggara Dr.La Mashuri, S.Pd., M.Si. bersama Etika Rosita, S.Sos., yang memberikan penguatan pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan dan penanganan ATS serta pentingnya membangun layanan pendidikan anak usia dini yang terintegrasi.
Sosialisasi ini tidak hanya diarahkan pada persoalan bagaimana mengembalikan anak ke jalur pendidikan, tetapi juga bagaimana membangun sistem pencegahan sejak dini. Sebab, persoalan Anak Tidak Sekolah kerap berkaitan dengan berbagai faktor yang membutuhkan perhatian lintas sektor dan pendekatan yang menyentuh kondisi keluarga serta lingkungan tempat anak tumbuh.
Dalam konteks tersebut, keberadaan Bunda PAUD memiliki posisi yang strategis. Bukan sekadar sebagai penggerak layanan pendidikan anak usia dini, tetapi juga sebagai bagian dari jejaring masyarakat yang berada dekat dengan keluarga dan lingkungan anak.
Melalui penguatan peran tersebut, Bunda PAUD diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan yang lebih peduli terhadap keberlangsungan pendidikan anak. Setiap anak yang teridentifikasi berisiko putus sekolah maupun belum mendapatkan layanan pendidikan perlu mendapatkan perhatian dan pendampingan secara tepat.
Konsep PAUD Holistik Integratif juga menjadi bagian penting dalam upaya tersebut. Layanan pendidikan anak usia dini tidak hanya berorientasi pada aspek pembelajaran, tetapi perlu memperhatikan kebutuhan anak secara menyeluruh, termasuk kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, serta aspek sosial dan perkembangan anak.
Karena itu, pencegahan ATS tidak dapat dibebankan hanya kepada satu pihak. Pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, serta para penggerak PAUD memiliki peran yang saling melengkapi dalam memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah diharapkan semakin memperkuat sinergi di tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan, sehingga persoalan ATS dapat diidentifikasi lebih awal dan ditangani melalui langkah yang terukur serta berkelanjutan.
Lebih dari sekadar kegiatan sosialisasi, gerakan “Bunda PAUD Bergerak” menjadi pengingat bahwa masa depan pendidikan dimulai dari kepedulian terhadap setiap anak.
Sebab, memastikan seorang anak tetap berada dalam jalur pendidikan bukan hanya tentang memenuhi kewajiban pembangunan pendidikan, tetapi juga tentang menjaga harapan, membuka kesempatan, dan memastikan setiap anak memiliki ruang untuk tumbuh serta meraih masa depannya.
Eko Saliwunto


























