Divisi88News.com BALIKPAPAN — Suasana haru dan duka menyelimuti warga Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, setelah seorang balita berusia dua tahun ditemukan meninggal dunia usai diduga terjatuh ke saluran drainase di depan rumahnya, Minggu (31/5/2026).
Korban diketahui bernama Kenzio Argani Raganevan (2), warga Jalan Mulawarman, Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Mangga 5 RT 54, Kelurahan Manggar.
Kapolsek Balikpapan Timur, AKP M. Chusen, S.H., M.H., menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, sebelum kejadian korban diketahui sedang bermain di sekitar halaman depan rumah saat orang tuanya tengah beraktivitas di dalam rumah.
“Pada saat itu ibu korban sedang mengganti popok adik korban. Beberapa saat kemudian keluarga menyadari korban sudah tidak berada di sekitar rumah dan langsung melakukan pencarian,” ujar AKP M. Chusen.
Keluarga bersama warga sekitar berupaya mencari keberadaan korban dengan menyisir lingkungan sekitar rumah. Namun pencarian awal tidak membuahkan hasil. Kekhawatiran semakin meningkat ketika ditemukan sepasang sandal milik korban di sekitar saluran drainase yang berada tepat di depan rumah.
Temuan tersebut memunculkan dugaan bahwa korban terjatuh ke dalam aliran drainase yang memiliki kedalaman cukup serta arus yang mengalir menuju wilayah lain.
Mendengar kabar tersebut, warga sekitar secara spontan bergotong royong melakukan pencarian dengan menyusuri sepanjang aliran drainase. Upaya kemanusiaan itu akhirnya membuahkan hasil ketika korban ditemukan sekitar pukul 10.40 WITA di bawah jembatan kawasan Selili RT 100, dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Korban kemudian segera dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Medika Manggar guna mendapatkan pertolongan medis. Namun setelah dilakukan penanganan intensif oleh tim medis, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Dokter jaga RS Medika Manggar, dr. Kevin, menerangkan bahwa saat tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD), korban berada dalam kondisi tidak sadar, tidak bernapas, dan tidak ditemukan denyut nadi.
“Tim medis telah melakukan tindakan resusitasi jantung paru sesuai prosedur kegawatdaruratan. Namun korban tidak menunjukkan respons sehingga pada pukul 11.00 WITA dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.

Pihak kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pendataan, meminta keterangan saksi-saksi, serta mengumpulkan informasi dari keluarga dan tenaga medis yang menangani korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, peristiwa tersebut diduga merupakan musibah kecelakaan yang terjadi saat korban bermain di area yang berdekatan dengan saluran drainase terbuka. Kondisi drainase yang cukup dalam dan memiliki arus mengalir menjadi faktor yang diduga memperbesar risiko terjadinya kecelakaan, terlebih terhadap anak-anak usia balita.
AKP M. Chusen juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak ketika bermain di luar rumah, terutama di lingkungan yang berdekatan dengan saluran air maupun drainase terbuka.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak mengenai pentingnya keselamatan lingkungan permukiman, termasuk perlunya perhatian terhadap keberadaan drainase terbuka yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Di tengah duka yang mendalam, kepedulian dan solidaritas warga yang turut membantu proses pencarian menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan masyarakat Balikpapan Timur dalam menghadapi musibah yang menimpa sesama.
(Eko Saliwunto)


























