Divisi88news.com BALIKPAPAN – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menjadi perhatian di wilayah Balikpapan Timur. Kali ini, kobaran api melanda lahan kosong di kawasan Jalan PDAM RT 13 dan RT 27, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Selasa (19/9/2026).
Kebakaran yang terjadi di tengah kondisi vegetasi kering tersebut menghanguskan lahan dengan luas diperkirakan mencapai ±5.000 meter persegi. Rumput kering, semak belukar dan tanaman liar yang mendominasi kawasan menjadi bahan bakar yang membuat api relatif cepat merambat dari satu bagian lahan ke bagian lainnya.
Kapolsek Balikpapan Timur AKP Muhammad Chusen, S.H., M.H., mengatakan penanganan dilakukan secara cepat dan melibatkan berbagai unsur untuk mencegah api meluas ke kawasan di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 11.00 WITA, ketika saksi Khoirul Anwar melihat kepulan asap dari kawasan lahan kosong milik Antok di wilayah RT 13. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa asap tersebut berasal dari kebakaran lahan.
Informasi tersebut kemudian segera diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Teritip dan Babinsa setempat. Warga bersama aparat bergerak melakukan pemadaman menggunakan mobil air tandon dan peralatan yang tersedia di lokasi.
Api yang diduga bermula dari vegetasi kering di lahan milik Antok kemudian merambat hingga ke area lahan milik Sukoyo di RT 27. Kondisi rumput dan semak yang kering membuat kobaran api berpotensi meluas apabila tidak segera dikendalikan.
Upaya pemadaman juga dilakukan dengan membuat pembatas untuk menghentikan laju perambatan api. Kapolsek Balikpapan Timur bersama Camat Balikpapan Timur Rudy Iskandar, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat kecamatan, perangkat kelurahan serta masyarakat turut turun langsung melakukan penanganan.

Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WITA. Petugas kemudian melanjutkan dengan proses pendinginan dan pemeriksaan pada sejumlah titik yang dinilai masih berpotensi menyimpan bara.
Vegetasi Kering Jadi Ancaman
Kapolsek Balikpapan Timur AKP Muhammad Chusen menegaskan bahwa kondisi lahan dengan vegetasi kering menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat perambatan api.
Karena itu, penanganan Karhutla tidak berhenti ketika kobaran api berhasil dipadamkan. Pemantauan pascakebakaran tetap dilakukan guna memastikan tidak terdapat bara atau titik panas yang dapat kembali memicu kebakaran.
“Pemantauan dan pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul, sekaligus mencegah api merambat ke area lainnya,” demikian penekanan dalam laporan penanganan kejadian.
Hingga api dinyatakan padam, tidak terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun kerugian material lainnya. Dampak kebakaran sementara diketahui berupa vegetasi dan lahan yang terbakar.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam pendalaman. Aparat juga melakukan inventarisasi terhadap kondisi lahan dan menggali informasi dari pihak-pihak yang mengetahui kejadian.
Sinergi Jadi Kunci Pencegahan
Peristiwa tersebut kembali memperlihatkan bahwa ancaman Karhutla bukan semata persoalan pemadaman ketika api telah membesar. Deteksi dini dan kepedulian masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
Di kawasan lahan terbuka dengan vegetasi kering, kepulan asap sekecil apa pun dapat menjadi tanda awal yang tidak boleh diabaikan. Kecepatan laporan dan respons menjadi sangat menentukan sebelum api kehilangan kendali.
Polsek Balikpapan Timur bersama unsur TNI, pemerintah kecamatan dan kelurahan serta masyarakat akan terus mendorong pengawasan terhadap lahan-lahan terbuka yang memiliki potensi mudah terbakar.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan asap maupun titik api.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi cuaca panas dan vegetasi yang mengering dapat meningkatkan risiko kebakaran di lahan kosong.
Lebih jauh, pemantauan berkala terhadap kawasan rawan Karhutla, pemetaan titik-titik berisiko serta penguatan koordinasi lintas sektoral menjadi langkah strategis untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Bagi aparat dan masyarakat di lapangan, keberhasilan memadamkan api bukan sekadar tentang menghentikan kobaran. Lebih dari itu, setiap titik api yang berhasil dikendalikan sedini mungkin merupakan upaya bersama untuk melindungi lingkungan, permukiman dan keselamatan warga Balikpapan dari ancaman Karhutla.
Eko Saliwunto


























