Divisi88news.com, Muna Barat, Sultra – Amarah mahasiswa memuncak. Gede Sukrada, mahasiswa asal Muna Barat, melontarkan kritik keras terhadap Pemerintah Kabupaten Muna Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), yang dinilai gagal total mengurus infrastruktur dasar.
Jalan penghubung Desa Wulanga Jaya hingga Desa Suka Damai kini berubah menjadi jalur penderitaan: berlubang, berdebu, dan nyaris tak layak dilalui.
Fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang memalukan. Aspal nyaris hilang, lubang menganga di berbagai titik, dan badan jalan tidak lagi rata.
Setiap hari masyarakat dipaksa mempertaruhkan keselamatan hanya untuk beraktivitas. Ironisnya, kondisi ini berlangsung lama tanpa sentuhan perbaikan yang serius dari pemerintah.
Gede Sukrada menyebut ini bukan sekadar kelalaian, melainkan bentuk nyata pembiaran yang tidak bisa ditoleransi.
“Ini bukan lagi soal rusak, ini sudah hancur..!!! Pemerintah seakan menutup mata dan telinga terhadap jeritan masyarakat. Di mana tanggung jawab itu?” tegasnya dengan nada geram, Selasa (21/4/2026).
Ia juga menyoroti bahwa jalan tersebut merupakan akses vital masyarakat desa, digunakan untuk ke sekolah, pasar, hingga layanan kesehatan.
Namun alih-alih mendapat perhatian, warga justru dibiarkan menghadapi risiko kecelakaan setiap hari. Debu tebal saat kemarau dan lumpur licin saat hujan menjadi ancaman yang terus berulang.
“Pemkab Muna Barat jangan hanya sibuk dengan pencitraan…!!! lihat kondisi di lapangan, rakyat menderita. Infrastruktur dasar saja tidak mampu ditangani, lalu apa yang sebenarnya dikerjakan?” lanjutnya dengan kritik tajam.
Mahasiswa mendesak agar pemerintah segera melakukan perbaikan total, bukan sekadar tambal sulam yang hanya menjadi solusi semu.
Selain itu, mereka juga menuntut keterbukaan anggaran infrastruktur yang dinilai tidak berdampak signifikan terhadap kondisi jalan di desa.
Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan nyata, Gede Sukrada menegaskan bahwa mahasiswa dan masyarakat akan turun ke jalan.
“Kami tidak akan diam melihat pembiaran ini terus terjadi. Jika pemerintah tetap bungkam, maka perlawanan akan kami suarakan lebih keras!” pungkasnya.
Penulis: Suarsanto






















