BeritaPolri

TNI – Polri Perkuat Mitigasi Karhutla di Balikpapan Timur, Warga Diedukasi Soal TMC dan Bahaya Pembakaran Lahan

9
×

TNI – Polri Perkuat Mitigasi Karhutla di Balikpapan Timur, Warga Diedukasi Soal TMC dan Bahaya Pembakaran Lahan

Sebarkan artikel ini

Divisi88news.com BALIKPAPAN – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah kondisi cuaca panas dan kering tidak cukup dihadapi hanya dengan memadamkan api setelah kebakaran terjadi. Upaya pencegahan melalui edukasi langsung kepada masyarakat menjadi langkah penting untuk memutus potensi munculnya titik api sejak dini.

Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan penyuluhan dan edukasi lapangan pencegahan Karhutla yang melibatkan unsur TNI-Polri, pemerintah kelurahan dan masyarakat di Kampung Pringgodani, Jalan Gunung Binjai RT 15, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Senin (14/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.45 WITA tersebut merupakan bagian dari manajemen mitigasi bencana sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi potensi Karhutla.

Polresta Balikpapan melalui Polsek Balikpapan Timur turut mendampingi kegiatan yang dilaksanakan Tim Penyuluh Bencana Karhutla TNI wilayah Kodim 0905/Balikpapan.

Sejumlah jajaran perwira tinggi TNI turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Marsma TNI Andreas A. Dhewo, S.E., M.Sc., M.Si.(Han), Brigjen TNI (Mar) Dr. Said Latuconsina, S.E., M.M., M.Tr., Brigjen TNI Yuswandi, Brigjen TNI (Mar) Agung Trisnanto, dan Brigjen TNI Dian P.S.

Turut hadir jajaran Kodim 0905/Balikpapan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Teritip Aipda Firman, Babinsa Serma Sukamto, unsur kelurahan, para ketua RT, tokoh masyarakat serta warga Kampung Pringgodani.

TMC Dijelaskan Secara Sederhana kepada Warga

Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Kepada masyarakat dijelaskan bahwa TMC bukanlah teknologi yang dapat menciptakan awan dari kondisi langit yang benar-benar tanpa awan. Teknologi tersebut pada prinsipnya dilakukan dengan memanfaatkan awan yang telah memiliki potensi untuk menghasilkan hujan, kemudian proses di dalam awan diupayakan agar curah hujan dapat meningkat atau hujan dapat terjadi lebih cepat.

Penjelasan tersebut penting agar masyarakat memiliki pemahaman yang tepat mengenai fungsi TMC dalam mendukung penanganan bencana hidrometeorologi, termasuk dalam mengurangi risiko kekeringan dan Karhutla.

Namun, TMC tidak ditempatkan sebagai satu-satunya jawaban terhadap ancaman kebakaran lahan.

Sebaliknya, edukasi yang disampaikan menegaskan bahwa pencegahan tetap menjadi pertahanan pertama, sementara teknologi modifikasi cuaca merupakan salah satu instrumen pendukung dalam kondisi dan sasaran tertentu.

Kesadaran Warga Tetap Menjadi Kunci

Di tengah kondisi lahan yang mudah mengering, masyarakat kembali diingatkan untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Imbauan “Stop Pembakaran Lahan” menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut.

Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang dipenuhi rumput kering, semak belukar atau vegetasi yang mudah terbakar.

Hal-hal yang terlihat sederhana tersebut dapat menjadi sangat berarti ketika kondisi lingkungan sedang kering. Sebuah sumber api kecil dapat berkembang menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan apabila bertemu dengan material mudah terbakar dan kondisi angin yang mendukung.

Karena itu, masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai pihak yang menerima imbauan, tetapi juga menjadi bagian penting dari sistem pencegahan Karhutla.

Tiga Pilar Bersatu Menjaga Lingkungan

Kegiatan di Kampung Pringgodani tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi tiga pilar, yakni TNI, Polri dan masyarakat, bersama unsur pemerintah di tingkat kewilayahan.

Kehadiran aparat di tengah masyarakat bukan semata untuk menyampaikan larangan, tetapi juga membangun komunikasi dan kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla merupakan tanggung jawab kolektif.

Bhabinkamtibmas Aipda Firman mengajak warga untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kondisi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Apabila ada kejadian yang berpotensi mengganggu Kamtibmas, segera laporkan,” imbaunya.

Masyarakat dapat memanfaatkan Call Center 110 Pamapta Polresta Balikpapan untuk menyampaikan informasi atau membutuhkan respons kepolisian.

Mitigasi Dimulai dari Kepedulian

Kegiatan edukasi lapangan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat diteruskan melalui kepedulian masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Pengawasan terhadap lahan kosong, kebun dan kawasan yang rawan terbakar perlu dilakukan secara bersama. Begitu pula dengan kebiasaan segera melaporkan kemunculan asap atau titik api sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Bagi aparat kewilayahan, kegiatan semacam ini menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus memetakan potensi kerawanan di lapangan.

Sementara bagi masyarakat, edukasi tersebut menjadi pengingat bahwa pencegahan Karhutla pada dasarnya dimulai dari tindakan sederhana: tidak membakar lahan, tidak membuang sumber api sembarangan dan tidak menunda laporan ketika melihat potensi kebakaran.

Dengan sinergi yang terus diperkuat antara TNI, Polri, pemerintah dan masyarakat, upaya menjaga Balikpapan Timur dari ancaman Karhutla diharapkan dapat dilakukan lebih dini, lebih terukur dan berkelanjutan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, lancar dan kondusif.

  • Eko Saliwunto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!