BeritaPolri

Kebakaran Dua Rumah di Wongko Lakudo, Lansia 70 Tahun Digendong Warga Keluar dari Kepungan Api

4
×

Kebakaran Dua Rumah di Wongko Lakudo, Lansia 70 Tahun Digendong Warga Keluar dari Kepungan Api

Sebarkan artikel ini

Divisi88news.com BUTON TENGAH – Kobaran api menghanguskan dua rumah warga di Dusun Liwuto, Desa Wongko Lakudo, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Minggu (6/9/2026) sore.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 Wita itu berlangsung cepat. Cuaca panas disertai angin kencang membuat api dengan mudah membesar dan merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

Di tengah kepanikan warga, seorang remaja berusia 17 tahun menunjukkan keberanian dengan menyelamatkan seorang lansia yang terjebak di sekitar rumahnya.

Remaja tersebut, Irwan alias La Dede, langsung menggendong Wa Naeno (70) menuju rumah tetangga yang berada di seberang jalan setelah melihat api mulai membakar bagian dapur rumah korban.

Tindakan cepat tersebut membuat Wa Naeno berhasil dievakuasi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Kapolsek Lakudo IPDA Muhammad Ade Tandra, S.I.P., M.H., mengatakan api melalap dua rumah milik warga, masing-masing rumah Zainuddin (38) dan Wa Naeno.

Menurut keterangan yang dihimpun di lokasi, Zainuddin saat kejadian sedang berada di dalam rumah. Sekitar pukul 16.00 Wita, ia melihat asap mulai masuk ke dalam rumah. Tidak lama kemudian, api terlihat telah merambat ke bagian bangunan.

Dalam kondisi tersebut, Zainuddin berupaya menyelamatkan barang-barang penting. Ia mengambil ijazah dari dalam lemari, kemudian mengamankan sepeda motor yang berada di bawah kolong rumah.

Ia bersama masyarakat sekitar juga sempat berusaha memadamkan api menggunakan ember dan peralatan seadanya. Namun, kobaran api semakin membesar hingga merambat ke rumah lainnya.

Sementara Wa Naeno mengatakan, setelah melaksanakan salat Ashar, dirinya turun ke bawah kolong rumah untuk menyapu. Saat menoleh ke belakang, ia melihat api telah menjalar di bagian dapur.

Melihat kondisi tersebut, Irwan alias La Dede langsung memberikan pertolongan dengan menggendong Wa Naeno dan membawanya ke tempat aman.

Warga kemudian bersama-sama berusaha memadamkan api sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.

Sekitar pukul 18.00 Wita, api akhirnya berhasil dikendalikan setelah dua unit mobil pemadam kebakaran Pemerintah Kabupaten Buton Tengah tiba di lokasi dan melakukan proses pemadaman.

Personel Polsek Lakudo turut membantu pengamanan lokasi, proses pemadaman, pendataan serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan dua rumah warga yang sebagian besar berbahan kayu dan sebagian menggunakan konstruksi beton terbakar habis.

Rumah milik Zainuddin ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp130 juta. Sedangkan rumah Wa Naeno mengalami kerugian sekitar Rp85 juta, ditambah uang tunai Rp1 juta yang ikut terbakar.

Penyebab Masih Diselidiki

Kapolsek Lakudo IPDA Muhammad Ade Tandra menegaskan, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan.

“Penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan,” ujar IPDA Muhammad Ade Tandra.

Ia menjelaskan, kondisi bangunan yang mayoritas berbahan kayu serta cuaca panas dan angin kencang membuat api cepat membesar.

Polsek Lakudo juga telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari mendatangi dan mengamankan lokasi kejadian, membantu proses pemadaman, mendata kerugian, meminta keterangan saksi hingga memasang garis polisi.

Kepolisian mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau panjang. Aktivitas yang menggunakan api, termasuk membakar sesuatu di sekitar permukiman, perlu dilakukan dengan sangat hati-hati karena kondisi lingkungan yang kering dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api.

Musibah di Wongko Lakudo ini sekaligus memperlihatkan sisi lain dari kepedulian warga. Ketika api membesar dan situasi menjadi panik, keberanian seorang remaja untuk menyelamatkan seorang lansia menjadi bagian penting dari upaya warga mencegah jatuhnya korban jiwa.

Eko Saliwunto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!