Divisi88news.com BALIKPAPAN – Menghadapi musim kemarau panjang yang disertai fenomena El Niño, jajaran Satuan Samapta Polresta Balikpapan terus memperkuat patroli sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di berbagai wilayah Kota Balikpapan.
Patroli yang dilaksanakan secara berkesinambungan tersebut dipimpin Kasat Samapta Polresta Balikpapan Kompol Sugianto, S.H., bersama personel jajarannya. Kegiatan tidak hanya berorientasi pada pencegahan gangguan keamanan, tetapi juga menjadi sarana untuk memastikan kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya pada situasi musim kemarau yang memiliki sejumlah potensi kerawanan.
Kondisi cuaca yang cenderung kering dan belum stabil membuat sejumlah kawasan perlu mendapat perhatian lebih. Selain meningkatkan risiko kebakaran lahan, kemarau panjang juga dapat berdampak terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Penurunan debit air pada sejumlah sumber penampungan, termasuk waduk dan instalasi pengolahan air (WTP) di lingkungan perumahan, menjadi salah satu kondisi yang perlu disikapi secara bijak. Kekeringan juga berpotensi menyebabkan tanaman dan lahan masyarakat mengalami kekurangan air.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan air bersih secara hemat, bijak, dan selektif, terutama dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Di sisi lain, Sat Samapta mengajak masyarakat untuk tidak lengah terhadap potensi gangguan Kamtibmas yang dapat muncul selama musim kemarau. Kondisi lingkungan yang sepi maupun kawasan tertentu yang minim pengawasan dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Masyarakat diminta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dengan membangun komunikasi bersama Kasatposkamling, Bhabinkamtibmas, maupun aparat keamanan setempat.
Langkah sederhana seperti mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan, mengenali aktivitas yang mencurigakan, serta segera melaporkan setiap potensi gangguan keamanan dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman.
Tak kalah penting, kewaspadaan terhadap Karhutla juga harus menjadi perhatian bersama. Masyarakat diminta tidak membakar sampah sembarangan, tidak meninggalkan api di kawasan lahan terbuka, serta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di tempat yang mudah terbakar.
Imbauan tersebut menjadi semakin penting mengingat kondisi vegetasi dan lahan yang relatif kering lebih mudah terbakar. Api kecil yang tidak segera ditangani dapat berkembang dan meluas apabila dipengaruhi kondisi angin serta material yang mudah terbakar.
Selain Karhutla, masyarakat juga diharapkan bersama-sama mengantisipasi berbagai bentuk gangguan Kamtibmas, mulai dari pencurian, penyalahgunaan narkoba, kejahatan konvensional, hingga aktivitas ilegal yang berkaitan dengan sumber daya alam.

“Kamtibmas bukan semata-mata tugas Polri dan instansi terkait. Namun juga membutuhkan kesadaran serta peran masyarakat secara swadaya dalam menjaga lingkungannya,” ujar personel Sat Samapta Polresta Balikpapan.
Patroli yang dilakukan jajaran Sat Samapta sekaligus menjadi bentuk pelayanan preventif Polri. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih dekat antara polisi dan masyarakat.
Polresta Balikpapan juga mengingatkan masyarakat bahwa kecepatan informasi sangat menentukan dalam penanganan suatu kejadian. Warga yang membutuhkan kehadiran maupun bantuan kepolisian dapat mendatangi pos polisi terdekat atau menghubungi Call Center 110 Pamapta Polresta Balikpapan.
Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis selama 1×24 jam.
Di tengah musim kemarau panjang, menjaga keamanan pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa sering aparat melakukan patroli, tetapi juga tentang seberapa kuat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan tempat mereka tinggal.
Dengan kolaborasi antara Polri, pemerintah, serta masyarakat, diharapkan Kota Balikpapan tetap mampu menjaga keseimbangan antara keamanan, ketertiban, kepedulian lingkungan, dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi tantangan musim kemarau.
Semangat menjaga Kamtibmas pun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan patroli, melainkan tumbuh menjadi kesadaran bersama bahwa lingkungan yang aman dan nyaman merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Eko Saliwunto


























