
Divisi88News.Com, Baubau – Forum Pemerhati Publik Sultra menyoroti kondisi kebersihan dan dugaan buruknya pengelolaan limbah salah satu rumah makan ayam geprek yang berada di depan kawasan kampus Universitas Dayanu Ikhsanuddin.
Ketua FPB Sultra, Mardin, menilai aktivitas usaha yang setiap hari dipadati pengunjung seharusnya dibarengi dengan perhatian serius terhadap kebersihan lingkungan dan sistem pembuangan limbah.
Menurutnya, jangan sampai usaha yang ramai dikunjungi masyarakat justru menimbulkan persoalan baru bagi warga sekitar maupun mahasiswa yang beraktivitas di kawasan tersebut.
“Kalau pengunjung ramai setiap hari, otomatis limbah dan sampah yang dihasilkan juga banyak. Ini yang harus diperhatikan serius. Jangan sampai lingkungan sekitar terdampak karena pengelolaan limbah yang tidak maksimal,” ujar Mardin dalam rilisnya, Rabu (20/5/2026).
Ia mengatakan, lokasi rumah makan tersebut tidak hanya berada di kawasan pendidikan, tetapi juga berdekatan dengan kompleks perumahan pegawai bandar udara sehingga persoalan kebersihan dan limbah dinilai sangat sensitif bagi kenyamanan warga sekitar.
“Kawasan ini bukan hanya dipadati mahasiswa, tetapi juga ada perumahan pegawai bandar udara di sekitar lokasi. Kalau limbah tidak dikelola baik, tentu akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang tinggal di area tersebut,” tegasnya.
FPB Sultra juga meminta pemerintah dan instansi terkait turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap sistem sanitasi, saluran pembuangan, hingga pengelolaan sampah rumah makan tersebut guna memastikan tidak terjadi pencemaran lingkungan.
Selain menyoroti kebersihan area usaha, FPB turut menyinggung adanya keluhan warga terkait aktivitas pembuangan limbah yang disebut pernah dilakukan sembarangan.
“Ini pernah diprotes warga sekitar karena limbahnya dibuang sembarangan. Jangan sampai persoalan lama terulang lagi karena bisa mengganggu lingkungan dan kenyamanan masyarakat,” lanjutnya.
FPB menilai pengawasan terhadap usaha kuliner yang berkembang di kawasan padat aktivitas perlu diperketat agar tidak hanya mengejar keuntungan usaha, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan di sekitarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya meminta klarifikasi kepada pihak rumah makan terkait. Namun pemilik usaha belum memberikan tanggapan.












