BeritaPolri

Polresta Balikpapan Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini Lewat” Polisi Sahabat Anak”

11
×

Polresta Balikpapan Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini Lewat” Polisi Sahabat Anak”

Sebarkan artikel ini

Divisi88news.com BALIKPAPAN — Menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas tidak cukup dilakukan ketika seseorang telah dewasa. Keselamatan di jalan perlu diperkenalkan sejak dini agar menjadi kebiasaan dan bagian dari karakter dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat tersebut diwujudkan Polresta Balikpapan melalui Satuan Lalu Lintas dengan kembali menggelar program “Polisi Sahabat Anak” di Taman Lalu Lintas Balikpapan, Senin (10/8/2026) pukul 08.00 WITA.

Kegiatan yang dilaksanakan Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polresta Balikpapan tersebut menyasar kalangan pelajar, mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga mahasiswa. Edukasi diberikan dengan pendekatan yang komunikatif dan menyenangkan agar pesan keselamatan lalu lintas mudah dipahami sekaligus membekas bagi generasi muda.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi keselamatan, mulai dari cara aman berangkat dan pulang sekolah, pentingnya menggunakan helm ketika mengendarai maupun menjadi penumpang sepeda motor, penggunaan sabuk keselamatan atau safety belt di dalam kendaraan, tata cara menyeberang jalan yang aman, hingga pengenalan berbagai rambu lalu lintas.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polresta Balikpapan Kompol MD Djauhari, S.H., M.H., bersama personel Satlantas.

Kompol MD Djauhari mengatakan, edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi sekaligus sosialisasi budaya tertib berlalu lintas, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda yang kelak menjadi pengguna jalan maupun calon pengemudi.

Menurutnya, anak-anak belum memiliki kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat ketika menghadapi situasi darurat di jalan. Karena itu, pemahaman mengenai keselamatan lalu lintas harus dibangun sejak usia dini.

«“Anak di bawah umur belum bisa mengambil keputusan secara cepat dan tepat saat kondisi darurat di jalan. Hal ini sangat berisiko dan bisa berakibat fatal, baik bagi pengendara itu sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujarnya.»

Ia menegaskan, terwujudnya Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Dibutuhkan kepedulian dan kesadaran seluruh pengguna jalan agar tercipta budaya berlalu lintas yang aman dan berkeselamatan.

“Keselamatan lalu lintas merupakan tanggung jawab kita bersama. Edukasi seperti ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif untuk menekan potensi kecelakaan, khususnya menjelang akhir tahun,” tambahnya.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusias. Para siswa TK Pembina Balikpapan terlihat gembira mengikuti rangkaian edukasi. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan petugas, tetapi juga diajak berinteraksi dan mempraktikkan secara langsung sejumlah pengetahuan dasar tentang keselamatan berlalu lintas.

Pendekatan humanis tersebut menjadi bagian penting dari upaya kepolisian mendekatkan diri kepada anak-anak. Polisi tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat, pelindung, sekaligus pemberi edukasi bagi generasi penerus.

Melalui program “Polisi Sahabat Anak”, Polresta Balikpapan berharap kesadaran berlalu lintas dapat tumbuh dari lingkungan keluarga dan sekolah, kemudian berkembang menjadi budaya keselamatan di tengah masyarakat.

Polresta Balikpapan juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitar.

Kasat Lantas turut mengingatkan masyarakat agar tidak ragu meminta bantuan kepolisian apabila menghadapi persoalan di jalan.

“Jika dalam perjalanan menemukan kemacetan, permasalahan lalu lintas, atau terjadi kecelakaan, segera hubungi Call Center Polresta Balikpapan 110. Layanan ini gratis dan petugas akan memberikan respons sesuai kebutuhan masyarakat,” imbaunya.

Sementara itu, PS. Kasi Humas Polresta Balikpapan menutup pesan edukasi tersebut dengan mengingatkan bahwa keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama setiap kali berada di jalan.

“Keselamatan dalam berkendara adalah hal utama. Jangan menjadi korban sia-sia karena kelalaian.”

Pesan tersebut menjadi pengingat sederhana bahwa setiap perjalanan memiliki tujuan untuk kembali dengan selamat. Sebab, tertib berlalu lintas bukan sekadar mematuhi aturan, tetapi merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Eko Saliwunto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!