Divisi88news.com BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat sistem pemantauan keamanan dan aktivitas masyarakat melalui pemanfaatan teknologi kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) yang terintegrasi.
Keberadaan CCTV tidak hanya diarahkan untuk memantau arus lalu lintas dan pergerakan kendaraan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kota yang aman, tertib, nyaman, sekaligus memberikan dukungan terhadap penanganan berbagai peristiwa yang membutuhkan respons cepat.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, sistem pemantauan tersebut memungkinkan berbagai aktivitas di sejumlah titik kota terekam secara jelas, termasuk waktu dan tanggal kejadian. Hal ini dinilai dapat membantu pemerintah maupun aparat terkait dalam memperoleh informasi awal ketika terjadi suatu peristiwa.
“Pergerakan jalan, pergerakan warga, termasuk kalau ada insiden yang diperlukan seperti tindak-tindak kriminal, itu bisa langsung kita pantau. Seperti yang tadi disaksikan, semuanya terlihat dan terekam dengan jelas, termasuk tanggal dan waktunya,” ujar Rahmad Mas’ud, Minggu (23/8/2026), di halaman Kantor Dinas Perhubungan Kota Balikpapan.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat positif bagi keamanan kota sekaligus menjadi bagian dari langkah preventif. Kehadiran sistem pengawasan dinilai dapat memberikan pesan bahwa setiap aktivitas di ruang publik memiliki sistem pemantauan yang bertujuan menjaga ketertiban dan keamanan bersama.

Rahmad menegaskan, pemanfaatan CCTV bukan dimaksudkan untuk mengusik kehidupan pribadi masyarakat. Rekaman yang dihasilkan memiliki aspek privasi sehingga penggunaannya harus dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak diperuntukkan bagi konsumsi publik secara bebas.
“Ini sifatnya privasi dan tidak akan dibuka untuk publik. Tetapi saya hanya mengingatkan bahwa pergerakan kita, termasuk pergerakan kendaraan, akan dapat terpantau dengan jelas,” tegasnya.
Dalam konteks penanganan kejadian tertentu, rekaman CCTV juga dapat menjadi salah satu sumber informasi yang membantu menelusuri waktu maupun lokasi suatu peristiwa. Dengan demikian, teknologi tidak hanya berfungsi sebagai alat pengawasan, tetapi juga dapat mendukung upaya menciptakan ruang kota yang lebih tertib dan responsif.
Lebih jauh, Pemerintah Kota Balikpapan berencana memperluas cakupan pemasangan CCTV hingga ke berbagai sudut kota. Tidak hanya jalan utama dan kawasan strategis, sistem pengawasan tersebut ditargetkan dapat menjangkau kawasan permukiman dan gang-gang lingkungan.
“Insyaallah tahun depan, di setiap sudut Kota Balikpapan, termasuk perumahan dan gang, akan dipasang juga CCTV,” kata Rahmad.
Perluasan tersebut diharapkan memberikan rasa aman yang lebih merata kepada masyarakat, termasuk warga yang tinggal di kawasan permukiman. Pemerintah ingin memastikan bahwa perkembangan kota dan pemanfaatan teknologi berjalan beriringan dengan kebutuhan dasar masyarakat akan keamanan dan kenyamanan.
Rahmad menekankan bahwa tujuan akhirnya bukan semata-mata memperbanyak kamera pengawas, melainkan membangun ekosistem keamanan kota yang mampu memberikan jaminan psikologis kepada masyarakat.
“Gunanya adalah memberikan jaminan kepada warga Kota Balikpapan bahwa kita hidup dalam keadaan aman dan nyaman, serta terlepas dari rasa ketakutan untuk tinggal di Kota Balikpapan. Warga Kota Balikpapan harus tenang,” ujarnya.
Selain aspek keamanan masyarakat, sistem pemantauan juga diarahkan untuk mendukung pengawasan terhadap tata kelola pemerintahan, khususnya berkaitan dengan penggunaan kendaraan dinas dan aktivitas operasional aparatur.
Rahmad menyebut sistem tersebut nantinya dapat terkoneksi dengan sejumlah instansi terkait. Ia bahkan menginginkan adanya akses pemantauan tertentu yang dapat digunakan untuk memastikan kendaraan dinas maupun aktivitas operasional pemerintah digunakan sesuai ketentuan.
“Ini terkoneksi juga dengan kepolisian dan beberapa instansi. Saya juga meminta koneksi langsung sehingga bisa saya lihat. Kalau ada kepala dinas menggunakan mobil di luar jam kerja, tentu akan dapat teguran,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Muhammad Fadli Pathurahman, S.STP., M.Si. turut mendampingi Wali Kota dalam kegiatan tersebut.
Pengembangan sistem CCTV ini menjadi bagian dari transformasi tata kelola perkotaan yang menempatkan teknologi sebagai instrumen pelayanan publik. Namun, efektivitasnya tetap membutuhkan dukungan masyarakat, koordinasi lintas instansi, serta tata kelola data yang menjunjung tinggi aspek keamanan dan privasi.
Dengan semakin luasnya cakupan pengawasan, Pemkot Balikpapan berharap masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang. Di saat yang sama, mereka yang berniat melakukan tindakan melanggar hukum diharapkan berpikir ulang karena ruang publik semakin memiliki sistem pemantauan yang mampu membantu mengungkap sebuah peristiwa.
Bagi pemerintah, teknologi hanyalah alat. Tujuan akhirnya tetap sama, yakni menghadirkan Balikpapan sebagai kota yang aman, nyaman, tertib, dan memberikan rasa tenang bagi seluruh warganya.
Salahuddin/Eko


























