BeritaPemerintah

CFD Balikpapan Selatan Didorong Jadi Ruang Tumbuh UMKM dan Gaya Hidup Sehat Warga

3
×

CFD Balikpapan Selatan Didorong Jadi Ruang Tumbuh UMKM dan Gaya Hidup Sehat Warga

Sebarkan artikel ini

Divisi88news.com BALIKPAPAN – Car Free Day (CFD) di kawasan Balikpapan Selatan tidak sekadar diarahkan sebagai ruang bagi masyarakat untuk berolahraga dan menikmati suasana akhir pekan. Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang interaksi warga sekaligus membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk tumbuh dan mengembangkan usahanya.

Wali Kota Balikpapan Rahmad menyampaikan, keberadaan CFD harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM yang berada di sekitar kawasan Balikpapan Selatan.

“Yang paling utama dalam menghidupkan para UMKM yang ada di sekitar Balikpapan Selatan ini. Mudah-mudahan ini bermanfaat,” ujar Rahmad dalam sambutannya.

Menurutnya, ruang publik seperti CFD memiliki nilai strategis karena mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam suasana yang lebih santai dan terbuka. Di satu sisi masyarakat dapat berolahraga dan menikmati ruang kota, sementara di sisi lain pelaku UMKM memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat.

Konsep tersebut diharapkan dapat menjadikan CFD bukan hanya sebagai agenda rutin akhir pekan, tetapi juga bagian dari upaya menggerakkan ekonomi kerakyatan dari lingkungan sekitar.

Semakin hidup ruang publik, semakin besar pula peluang interaksi ekonomi dan sosial yang tercipta. Karena itu, keberadaan UMKM di dalamnya menjadi bagian penting agar manfaat kegiatan dapat dirasakan secara lebih luas.

Akses Jalan Syarifuddin Yoes Kembali Dibuka

Dalam kesempatan yang sama, Rahmad juga menyampaikan perkembangan akses Jalan Syarifuddin Yoes yang sebelumnya terdampak longsor.

Ia memastikan akses jalan tersebut direncanakan kembali dibuka pada Minggu pagi sekitar pukul 09.00 WITA.

Pembukaan kembali akses tersebut menjadi kabar penting bagi masyarakat, mengingat Jalan Syarifuddin Yoes merupakan salah satu jalur yang memiliki peran dalam mendukung mobilitas warga di kawasan Balikpapan.

Dengan kembali terbukanya akses tersebut, aktivitas masyarakat diharapkan dapat berlangsung lebih lancar sekaligus mengurangi hambatan perjalanan akibat penutupan sementara ruas jalan terdampak longsor.

Pemerintah kota juga diharapkan tetap memastikan aspek keselamatan menjadi perhatian utama, terutama pada titik-titik yang sebelumnya mengalami gangguan akibat kondisi tanah dan cuaca.

Wali Kota Ingatkan Ancaman Karhutla

Di tengah berbagai aktivitas masyarakat tersebut, Rahmad turut mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Peringatan itu disampaikan seiring kondisi cuaca ekstrem dan meningkatnya potensi kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan. Kondisi lingkungan yang kering dapat meningkatkan risiko munculnya titik api apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Karena itu, kewaspadaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk pembakaran lahan secara sembarangan. Langkah pencegahan dinilai jauh lebih penting karena kebakaran yang telah meluas akan lebih sulit dikendalikan dan dapat berdampak terhadap lingkungan, kesehatan, serta aktivitas masyarakat.

Melalui pengembangan ruang publik, penguatan UMKM, pemulihan akses jalan, hingga peningkatan kesadaran terhadap ancaman karhutla, Pemerintah Kota Balikpapan berupaya menjaga keseimbangan antara kehidupan sosial, pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.

CFD pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan mingguan, melainkan menjadi bagian dari wajah kota yang semakin terbuka—tempat masyarakat dapat bergerak, berinteraksi, berolahraga, sekaligus memberikan ruang bagi ekonomi lokal untuk terus tumbuh.

Salahudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!