BeritaTNI

Di Tengah Kemarau Panjang, TNI-Polri dan Forkopimda Balikpapan Bersatu dalam Doa, Mohon Hujan dan Lingkungan dari Karhutla

5
×

Di Tengah Kemarau Panjang, TNI-Polri dan Forkopimda Balikpapan Bersatu dalam Doa, Mohon Hujan dan Lingkungan dari Karhutla

Sebarkan artikel ini

Divisi88news.com BALIKPAPAN – Di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah dan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), jajaran TNI-Polri bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Balikpapan menggelar Sholat Istisqo dan doa bersama, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Halaman Makodim 0905/Balikpapan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT, khususnya agar hujan segera turun serta masyarakat Kota Balikpapan senantiasa diberikan keselamatan dan perlindungan dari berbagai bencana.

Sholat Istisqo dan doa bersama diikuti personel TNI-Polri, BPBD, Senkom, SAR, unsur terkait, serta masyarakat. Dengan mengenakan seragam dinas masing-masing, seluruh peserta berbaur dalam satu saf, mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan dan tawaduk.

Doa bersama dipimpin Ustaz Imam Masjid Makodim 0905/Balikpapan. Sementara itu, Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy, S.I.K., M.Si., diwakili Kabag SDM Polresta Balikpapan Kompol Teguh Sanyoto, S.H., M.H.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Sholat Istisqo, kemudian dilanjutkan khutbah dan doa bersama. Dalam suasana yang khidmat, para peserta memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan hujan, memberikan keberkahan bagi bumi, serta menjauhkan masyarakat dari bencana dan musibah.

Lebih dari sekadar ritual keagamaan, momentum tersebut menjadi cerminan kebersamaan seluruh elemen dalam menghadapi kondisi kemarau panjang. Di tengah ancaman Karhutla yang dapat muncul sewaktu-waktu, sinergitas antara aparat, pemerintah, relawan, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjaga keselamatan lingkungan dan kehidupan warga.

Penanganan Karhutla, selain membutuhkan kesiapan personel, sarana dan prasarana, juga memerlukan kesadaran bersama untuk mencegah munculnya titik api. Karena itu, kepedulian masyarakat terhadap lingkungan menjadi bagian penting dari upaya pencegahan.

Di lokasi berbeda, doa bersama juga digelar di Halaman Makodam VI/Mulawarman. Kegiatan tersebut dihadiri Pangdam VI/Mulawarman, Wakapolda Kaltim, Wakapolresta Balikpapan AKBP Fauzan Arianta, S.I.K., M.H., jajaran TNI-Polri, tamu undangan, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat.

Dua momentum tersebut memperlihatkan kuatnya sinergitas TNI-Polri dan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan musim kemarau sekaligus potensi bencana hidrometeorologi yang menyertainya.

Di sisi lain, masyarakat tetap diingatkan untuk tidak lengah. Aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, termasuk pembakaran lahan secara sembarangan, harus dihindari. Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan merupakan tanggung jawab bersama.

Polresta Balikpapan juga mengajak kaum muslimin dan muslimat untuk memperbanyak doa serta melaksanakan Sholat Istisqo di masjid maupun tempat yang telah ditentukan. Masyarakat diharapkan dapat menjalankan ikhtiar sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, sembari terus menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla.

“Kita berharap dengan doa bersama ini, Kota Balikpapan senantiasa diberikan perlindungan dari segala marabahaya dan bencana. Namun, doa harus berjalan beriringan dengan ikhtiar dan kepedulian kita bersama dalam menjaga lingkungan,” ujar perwakilan Kapolresta Balikpapan.

Ia menegaskan, menjaga Balikpapan bukan semata tugas pemerintah maupun aparat, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.

“Mari kita wujudkan semboyan Balikpapan Ku Bangun, Ku Jaga dan Ku Bela,” tutupnya.

Di tengah tanah yang menanti turunnya hujan, doa dan ikhtiar pun dipanjatkan bersama. Sebuah pesan sederhana mengemuka: menjaga alam, mencegah bencana, dan melindungi kota adalah pekerjaan bersama yang membutuhkan kepedulian setiap tangan dan hati.

Salahudin Eko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!