BeritaPolri

Api Membakar 1.500 Meter Persegi Lahan di Manggar, Warga Bergerak Cepat Cegah Kebakaran Meluas

10
×

Api Membakar 1.500 Meter Persegi Lahan di Manggar, Warga Bergerak Cepat Cegah Kebakaran Meluas

Sebarkan artikel ini

Divisi88news.com BALIKPAPAN – Kepedulian dan kesigapan warga kembali menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran lahan meluas. Kebakaran terjadi di Jalan PJHI Dalam RT 81, Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 13.00 WITA.

Lahan kosong milik warga bernama Ali Min dengan luas kurang lebih 1.500 meter persegi tersebut tiba-tiba terbakar. Kobaran api sempat terlihat membesar di tengah kawasan lahan, sehingga berpotensi merambat apabila tidak segera ditangani.

Ketua RT 81, Andi Aslam, menjadi salah satu warga yang pertama mengetahui kejadian tersebut. Saat berada di dalam rumah, ia mendengar suara yang menyerupai suara hujan. Merasa ada sesuatu yang tidak biasa, ia kemudian keluar rumah untuk memastikan sumber suara tersebut.

Namun, bukan hujan yang ditemukannya. Dari luar rumah, Andi justru melihat kobaran api membakar lahan kosong di sekitar permukiman.

Menyadari situasi tersebut dapat berkembang menjadi lebih besar, Andi bersama warga tidak menunggu api semakin menjalar. Upaya pemadaman dilakukan secara manual menggunakan peralatan yang tersedia di sekitar lokasi.

Pada tahap awal, warga berusaha memukul dan menahan kobaran api menggunakan kayu yang masih memiliki daun. Ketika cara tersebut belum sepenuhnya mampu mengendalikan api, warga kemudian menggunakan air hingga kobaran api berhasil dipadamkan.

Personel Polsek Balikpapan Timur yang menerima informasi selanjutnya meneruskan laporan kepada BPBD Balikpapan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sebelum petugas BPBD tiba di lokasi, api telah berhasil dikendalikan oleh warga sekitar bersama Katana Kelurahan Manggar. Kesigapan tersebut membuat api tidak sempat menjalar ke kawasan permukiman maupun bangunan yang berada di sekitar lokasi.

Kapolsek Balikpapan Timur AKP Muh. Chusen, S.H., M.H., mengatakan penanganan cepat yang dilakukan masyarakat bersama unsur kelurahan menjadi salah satu faktor penting sehingga kebakaran dapat segera dikendalikan.

“Yang paling penting adalah bagaimana api bisa segera ditangani agar tidak meluas. Kami mengapresiasi respons cepat warga dan Katana Kelurahan Manggar yang bersama-sama melakukan pemadaman dengan peralatan yang tersedia,” ujar AKP Chusen.

Penyebab Api Belum Diketahui

Meski api telah berhasil dipadamkan, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab munculnya kebakaran.

Berdasarkan keterangan saksi, ketika berada di sekitar lokasi tidak ditemukan adanya orang di titik awal munculnya api. Karena itu, polisi belum menarik kesimpulan mengenai penyebab kebakaran tersebut.

Petugas melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), termasuk meminta keterangan dari saksi, warga sekitar dan Ketua RT untuk mengetahui rangkaian kejadian serta kemungkinan faktor yang menyebabkan munculnya api.

“Untuk penyebabnya masih kami dalami. Belum dapat dipastikan apakah akibat kelalaian, faktor lain, atau terdapatunsurkesengajaan.Kamitidak ingin berspekulasi sebelum seluruh informasi di lapangan diperoleh,” tegasnya.

Polsek Balikpapan Timur juga melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang kembali menyala.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat lahan yang ditumbuhi semak dan vegetasi kering memiliki potensi kembali terbakar apabila masih terdapat bara yang belum sepenuhnya padam.

Polisi Perkuat Pencegahan Bersama Warga

Kapolsek Balikpapan Timur mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah, rumput maupun aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran, terutama di kawasan lahan terbuka dan permukiman.

Menurutnya, pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan ketika api sudah membesar. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam sistem kewaspadaan dini terhadap kebakaran lahan.

Bhabinkamtibmas bersama perangkat Kelurahan Manggar dan para Ketua RT juga didorong untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai potensi bahaya kebakaran serta langkah yang harus dilakukan ketika menemukan titik api.

Selain itu, kepolisian akan berkoordinasi dengan pihak yang menguasai atau mengelola lahan untuk melakukan pembersihan semak-semak dan penataan kawasan yang dinilai rawan terbakar.

Koordinasi dengan BPBD dan Katana Kelurahan Manggar juga terus diperkuat sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan munculnya kembali titik api.

“Jangan menunggu api membesar. Jika masyarakat melihat adanya titik api, segera lakukan penanganan awal jika memungkinkan dan segera laporkan kepada petugas. Kecepatan informasi sangat menentukan agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar,” pesan AKP Chusen.

Peristiwa di Jalan PJHI Dalam tersebut menjadi gambaran bahwa kewaspadaan masyarakat di tingkat lingkungan memiliki peran besar dalam menghadapi ancaman kebakaran lahan.

Bukan hanya soal memadamkan api, tetapi juga tentang bagaimana warga, kepolisian, pemerintah kelurahan dan unsur penanggulangan bencana dapat bergerak dalam satu langkah: menjaga lingkungan dan melindungi permukiman dari ancaman kebakaran sejak api masih kecil.

Hingga api berhasil dipadamkan, situasi di sekitar lokasi kebakaran berlangsung aman dan kondusif. Tidak terdapat laporan mengenai kebakaran yang meluas ke permukiman maupun bangunan warga.

Eko Saliwunto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!