Divisi88news.com Balikpapan.— Upaya memutus mata rantai peredaran gelap narkotika di Kota Balikpapan kembali ditegaskan Polresta Balikpapan. Sebanyak 1.096,99 gram atau sekitar 1,09 kilogram narkotika jenis sabu dimusnahkan dalam sebuah kegiatan yang menjadi bagian dari komitmen kepolisian menjaga masyarakat dari ancaman narkoba, Rabu (12/8/2026).
Pemusnahan tersebut bukan sekadar agenda rutin penegakan hukum. Di balik lebih dari satu kilogram sabu yang dimusnahkan, terdapat upaya untuk mencegah narkotika kembali beredar dan menjangkau masyarakat, khususnya generasi muda yang menjadi salah satu kelompok paling rentan terhadap dampak penyalahgunaan narkoba.
Barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus narkotika oleh jajaran Polresta Balikpapan selama periode Juni hingga 1 Agustus 2026. Seluruh proses penanganan barang bukti dilakukan melalui mekanisme hukum, termasuk penetapan status barang sitaan narkotika oleh Kepala Kejaksaan Negeri Balikpapan.
27 Laporan Polisi, 28 Tersangka
Kasat Narkoba Polresta Balikpapan AKP Firman Ernanto, S.Tr.K., M.M., menjelaskan bahwa barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan kolaboratif antara Satresnarkoba Polresta Balikpapan dan jajaran Polsek.
Dalam kurun waktu tersebut, polisi mengungkap 27 laporan polisi, terdiri atas 23 laporan yang ditangani Satresnarkoba Polresta Balikpapan dan empat laporan dari jajaran Polsek.
Dari keseluruhan pengungkapan tersebut, sebanyak 28 tersangka diamankan. Mereka terdiri dari 26 laki-laki dan dua perempuan.
“Pengungkapan ini merupakan akumulasi kinerja dan sinergitas jajaran Polresta Balikpapan dalam menyatakan perang terhadap peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Kota Balikpapan,” ujar AKP Firman.
Menurutnya, keberhasilan pengungkapan tersebut tidak terlepas dari kerja keras personel di lapangan serta sinergi antarsatuan dalam melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika.
Sebagian Barang Bukti Disisihkan untuk Kepentingan Hukum

AKP Firman menegaskan, pemusnahan dilakukan setelah barang bukti mendapatkan penetapan status sesuai proses hukum yang berlaku.
Sebelum dimusnahkan, sebagian kecil barang bukti telah disisihkan untuk kebutuhan pemeriksaan laboratorium forensik serta kepentingan pembuktian dalam proses persidangan. Sementara barang bukti lainnya dimusnahkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Sebagian kecil barang bukti telah disisihkan untuk kepentingan pengujian laboratorium forensik dan pembuktian di persidangan. Sementara sisanya dimusnahkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelasnya.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan barang bukti narkotika, sehingga barang sitaan yang telah memenuhi ketentuan untuk dimusnahkan tidak memiliki peluang kembali masuk ke dalam peredaran gelap.
Bukan Sekadar Angka, Ada Generasi yang Harus Diselamatkan
Bagi Polresta Balikpapan, angka 1.096,99 gram bukan sekadar statistik hasil penindakan. Di balik angka tersebut terdapat persoalan yang jauh lebih besar, yakni bagaimana melindungi masyarakat dari bahaya narkotika yang dapat merusak kesehatan, masa depan, kehidupan sosial, bahkan ketahanan keluarga.
“Pemusnahan sabu ini bukan sekadar angka atau rutinitas penegakan hukum. Jauh lebih berharga dari nilai materi adalah dampaknya terhadap penyelamatan generasi penerus bangsa,” tegas AKP Firman.
Berdasarkan perhitungan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, barang bukti yang berhasil diamankan diperkirakan telah mencegah potensi penyalahgunaan terhadap 10.970 jiwa.
Angka itu memberikan gambaran tentang besarnya dampak yang dapat dicegah ketika narkotika berhasil dihentikan sebelum beredar lebih luas di tengah masyarakat.
Namun, penindakan hukum bukanlah satu-satunya jawaban. Pencegahan, edukasi, pengawasan keluarga, serta keberanian masyarakat melaporkan aktivitas mencurigakan menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika.
Perang Melawan Narkoba Membutuhkan Kolaborasi
Polresta Balikpapan menyadari bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat dibebankan hanya kepada kepolisian.
Keluarga, sekolah, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, lingkungan kerja, hingga seluruh elemen masyarakat memiliki peran strategis dalam menciptakan benteng sosial terhadap penyalahgunaan narkotika.
Kehadiran masyarakat menjadi penting, terutama dalam mendeteksi sejak dini berbagai potensi peredaran narkoba di lingkungan masing-masing. Informasi sekecil apa pun dapat menjadi pintu masuk bagi aparat untuk melakukan penyelidikan dan mencegah dampak yang lebih luas.
Karena itu, sinergi antara kepolisian dan masyarakat harus terus diperkuat. Penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan pendekatan preventif dan edukatif agar pemberantasan narkoba tidak berhenti pada penangkapan pelaku, tetapi juga mampu mencegah lahirnya korban-korban baru.
Pesan Tegas Polresta Balikpapan
Pemusnahan 1,09 kilogram sabu tersebut menjadi pesan tegas bahwa Polresta Balikpapan bersama jajarannya akan terus mengambil langkah terhadap setiap bentuk peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya.
“Ini adalah langkah nyata untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa dari kehancuran akibat narkoba,” pungkas AKP Firman.
Prosesi pemusnahan dilakukan secara bersama-sama sebagai bagian dari transparansi penegakan hukum sekaligus bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.
Bagi kepolisian, keberhasilan memberantas narkotika tidak semata-mata diukur dari berapa banyak tersangka yang ditangkap atau berapa kilogram barang bukti yang disita. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa banyak masyarakat yang berhasil dilindungi dan seberapa banyak generasi muda yang dapat diselamatkan dari jerat narkoba.
Sebab, setiap gram narkotika yang berhasil dihentikan dari peredaran berarti satu langkah untuk menjaga keluarga, menyelamatkan masa depan anak-anak, dan mempertahankan harapan masyarakat.
Hari ini, 1.096,99 gram sabu dimusnahkan. Namun makna sesungguhnya jauh lebih besar: ribuan peluang untuk hidup sehat, belajar, bekerja, berkarya, dan menatap masa depan tanpa narkoba berusaha diselamatkan.
Eko Saliwunto


























