Divisi88news.com BALIKPAPAN — Menghadapi potensi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada musim kemarau, Polresta Balikpapan menggelar Apel Akbar Kesiapsiagaan Karhutla, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di wilayah hukum Polresta Balikpapan tersebut menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan.
Apel diikuti ratusan personel gabungan dari unsur Polri, TNI, BPBD, Damkar, relawan, serta Satgas Manggala Agni. Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan kuatnya sinergi dalam membangun kesiapsiagaan sekaligus memperkuat langkah pencegahan terhadap potensi munculnya titik api.
Bertindak sebagai inspektur apel mewakili Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold Y.H. Kumontoy, S.I.K., M.Si., yakni Wakapolresta Balikpapan AKBP Fauzan Arianto, S.H., S.I.K., M.H.
Dalam amanatnya, AKBP Fauzan Arianto menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata dari kekompakan, kebersamaan, dan kewaspadaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi Karhutla.
“Kesiapsiagaan ini penting. Kita tidak menunggu terjadi kebakaran baru bergerak. Melalui apel ini kita pastikan seluruh personel, peralatan, dan koordinasi antarinstansi sudah siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” tegas AKBP Fauzan Arianto.
Menurutnya, kondisi cuaca panas dan musim kemarau dapat meningkatkan potensi munculnya titik api. Karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan melibatkan seluruh unsur, termasuk masyarakat.
Selain kesiapan personel, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memastikan berbagai peralatan penanggulangan bencana dalam kondisi siap digunakan. Polresta Balikpapan bersama instansi terkait terus memperkuat koordinasi agar setiap potensi bencana dapat direspons secara cepat dan tepat.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Hindari tindakan yang berpotensi menimbulkan titik api. Apabila melihat kepulan asap atau menemukan titik api, segera laporkan agar dapat ditangani sedini mungkin,” imbau Wakapolresta.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian juga dapat menghubungi Call Center Polri 110, khususnya apabila terjadi gangguan keamanan maupun keadaan darurat yang membutuhkan respons kepolisian. Selain itu, masyarakat dapat menghubungi layanan tanggap bencana yang tersedia di Kota Balikpapan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Rangkaian Apel Akbar Kesiapsiagaan Karhutla kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan stand display peralatan penanggulangan bencana, termasuk berbagai sarana dan kendaraan operasional yang disiapkan untuk mendukung penanganan apabila terjadi bencana.
Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh peralatan dalam kondisi layak dan siap digunakan, sehingga ketika situasi darurat terjadi, personel dapat bergerak tanpa terkendala kesiapan sarana pendukung.
Melalui Apel Akbar Kesiapsiagaan Karhutla ini, Polresta Balikpapan menegaskan komitmennya untuk mengedepankan langkah preventif, memperkuat sinergitas lintas instansi, serta membangun kesadaran masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Sebab, menjaga Balikpapan dari ancaman Karhutla bukan hanya tugas aparat dan petugas penanggulangan bencana, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kewaspadaan, kepedulian, dan gotong royong, potensi bencana dapat dicegah sedini mungkin demi menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Eko Saliwunto


























