BeritaPolri

Jembatan Presisi Merah Putih Diresmikan, Akses Warga Balikpapan Barat Kini Lebih Kokoh

11
×

Jembatan Presisi Merah Putih Diresmikan, Akses Warga Balikpapan Barat Kini Lebih Kokoh

Sebarkan artikel ini

Divisi88news.com BALIKPAPAN — Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan pengibaran Sang Saka Merah Putih, tetapi juga melalui hadirnya pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Semangat tersebut terasa dalam peresmian dan launching Jembatan Presisi Merah Putih di Jalan Bukit Baru Pelajar, RT 37, Kelurahan Baru Tengah, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peresmian sejumlah Jembatan Presisi Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia yang dilaksanakan secara serentak dan diikuti langsung oleh Presiden Republik Indonesia, didampingi jajaran TNI dan Polri.

Di Balikpapan, peresmian jembatan dihadiri dan disaksikan langsung oleh Wakapolresta Balikpapan AKBP Fauzan Arianto, S.H., S.I.K., M.Sc.

Dalam keterangannya, Fauzan menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Presisi Merah Putih merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan kualitas akses masyarakat.

“Alhamdulillah, pada kesempatan siang hari ini kita telah melaksanakan launching Jembatan Presisi Merah Putih di wilayah Kelurahan Baru Tengah. Jembatan ini tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Fauzan.

Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 6,5 meter dengan lebar sekitar 4 meter. Keberadaannya diperkirakan memberikan manfaat bagi sekitar 100 warga yang melintas setiap hari.

Tidak hanya menjadi akses penghubung bagi warga, jembatan ini juga digunakan oleh anak-anak sekolah, pelaku UMKM, petani, serta masyarakat yang menjalankan aktivitas sehari-hari.

Sebelumnya, akses tersebut hanya berupa jembatan dengan konstruksi kayu yang kondisinya mulai memerlukan perhatian. Kini, setelah dibangun melalui program Jembatan Presisi Merah Putih, masyarakat memiliki akses yang lebih kokoh dan aman.

“Dulu jembatan ini hanya menggunakan konstruksi kayu dengan kondisi yang cukup memprihatinkan. Alhamdulillah, sekarang secara kondisi sudah sangat kokoh, kuat, dengan fondasi yang juga kuat. Insyaallah keberadaannya akan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Fauzan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur sederhana seperti jembatan memiliki arti yang besar bagi masyarakat. Sebab, ukuran sebuah pembangunan bukan semata-mata dilihat dari besarnya bangunan, melainkan dari seberapa jauh manfaatnya dirasakan oleh warga.

Jembatan yang sebelumnya menjadi bagian dari keseharian warga dengan segala keterbatasannya, kini menjadi simbol hadirnya kepedulian dan gotong royong untuk menghadirkan akses yang lebih baik.

“Intinya, kegiatan kita pada hari ini bertujuan untuk mendatangkan kebermanfaatan bagi masyarakat. Kami sangat yakin dan percaya bahwa Polri lahir dari rakyat dan Polri juga hadir untuk masyarakat dan rakyat,” tegasnya.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, Jembatan Presisi Merah Putih juga menjadi bagian dari semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurut Fauzan, kemerdekaan perlu terus dirawat dengan menghadirkan kepedulian, persatuan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Kota Balikpapan untuk bersama-sama menyemarakkan suasana menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Mari kita semarakkan wilayah dan lingkungan kita dengan mengibarkan bendera Merah Putih. Mari bersama-sama menyemarakkan detik-detik peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia,” ajaknya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat bagi sesama di masa kini.

Jembatan Presisi Merah Putih di Balikpapan Barat pun menjadi salah satu gambaran kecil dari semangat itu—sebuah jembatan yang bukan hanya menghubungkan dua sisi jalan, tetapi juga membuka jalan bagi aktivitas, pendidikan, perekonomian dan harapan masyarakat untuk terus bergerak maju.

Dengan semangat Presisi dan gotong royong, pembangunan akhirnya tidak berhenti pada beton dan konstruksi, tetapi menjelma menjadi manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Eko Saliwunto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!