Divisi88news. Com BALIKPAPAN – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Polsek Balikpapan Timur bersama Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Kota Balikpapan melaksanakan panen jagung Kuartal II Tahun 2026 di lahan Program Asta Cita Ketahanan Pangan seluas satu hektare yang berlokasi di Jalan Padat Karya RT 09, Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan panen dipimpin langsung Kapolsek Balikpapan Timur AKP M. Chusen, S.H., M.H., didampingi para Bhabinkamtibmas, penyuluh pertanian, serta perwakilan kelompok tani. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Balai Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Balikpapan Timur Ratna Sari Dewi, penyuluh pertanian Deni Darmawan dan Melinda Theresia Sirait, para Bhabinkamtibmas wilayah Balikpapan Timur, serta perwakilan Kelompok Tani Jaya Makmur Abadi.
Kapolsek Balikpapan Timur AKP M. Chusen mengatakan bahwa program ketahanan pangan merupakan bagian dari implementasi Program Asta Cita yang menjadi prioritas pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional. Karena itu, Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif mendampingi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

“Hari ini kami melaksanakan panen jagung Kuartal II di lahan ketahanan pangan seluas satu hektare. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata Polri terhadap kebijakan Presiden Republik Indonesia sekaligus tindak lanjut arahan Kapolri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pendampingan kepada para petani,” ujar AKP M. Chusen.
Dari hasil panen tersebut diperoleh sekitar 45 karung jagung gelondongan. Saat ini hasil panen masih memasuki proses penjemuran dan pemipilan sebelum siap dipasarkan maupun dimanfaatkan lebih lanjut.
Menurut Kapolsek, capaian tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi yang dibangun antara Polri, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani mampu memberikan hasil yang positif sekaligus menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian.
Lebih dari sekadar menghasilkan komoditas pangan, kegiatan panen ini juga menjadi simbol semangat gotong royong dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan. Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus menjadi penggerak pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
Melalui Program Asta Cita Ketahanan Pangan, Polsek Balikpapan Timur menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program strategis pemerintah, memperkuat kemitraan dengan petani, serta mendorong terwujudnya kemandirian pangan sebagai fondasi penting menuju Indonesia yang tangguh dan sejahtera.
Eko Saliwunto


























