BeritaDaerahNasionalPemerintahPolriSosial

Sinergi Lintas Sektor, Polres Bungo Hadiri Deklarasi Tolak Balap Liar dan Geng Motor

16
×

Sinergi Lintas Sektor, Polres Bungo Hadiri Deklarasi Tolak Balap Liar dan Geng Motor

Sebarkan artikel ini

Divisi88news.com , BUNGO – Pemerintah Provinsi Jambi bersama Pemerintah Kabupaten Bungo, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparat penegak hukum, institusi pendidikan, serta berbagai elemen masyarakat menyatakan komitmen bersama dalam upaya mencegah maraknya aksi balap liar dan aktivitas geng motor di Kabupaten Bungo.Komitmen tersebut diwujudkan melalui Deklarasi dan Penandatanganan Komitmen Bersama Menolak Segala Aktivitas Balap Liar dan Geng Motor di Kabupaten Bungo yang digelar di GOR Serunai Baru, Kabupaten Bungo, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu dihadiri oleh Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., Kepala BNN Provinsi Jambi Brigjen Pol. Asep Saepudin, S.I.K., Dansat Brimob Polda Jambi Kombes Pol. Budi Hidayat, S.I.K., Kasatgaswil Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol. Beri Diatra, S.I.K., M.H., Bupati Bungo H. Dedy Putra, S.H., M.Kn., Wakil Bupati Bungo Ust. Tri Wahyu Hidayat, Ketua DPRD Bungo Muhamad Adani, S.H., M.Kn., serta jajaran Forkopimda dan para pemangku kepentingan lainnya.
Dari jajaran Polres Bungo turut hadir Wakapolres Bungo Kompol Aswindo Indriadi, S.Kom., M.H., Kabag Ops AKP Botben Mingan Pasaribu, S.E., serta Kasat Intelkam AKP Fajar Nugroho, sebagai bentuk dukungan institusi kepolisian terhadap upaya pencegahan kenakalan remaja dan gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Selain deklarasi penolakan terhadap balap liar dan geng motor, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Sosialisasi Akbar Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), True Crime Community (TCC), pencegahan perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, serta penguatan pendidikan karakter bagi generasi muda.

Dalam sambutannya, Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa upaya pencegahan berbagai bentuk penyimpangan perilaku di kalangan pelajar tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial maupun sosialisasi semata. Menurutnya, dibutuhkan langkah nyata dan pengawasan yang berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, aparat keamanan, dan masyarakat.

“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tataran sosialisasi semata, tetapi mampu melahirkan aksi nyata di setiap sekolah melalui penguatan pendidikan karakter, pembinaan siswa, peningkatan literasi digital, serta pengawasan yang berkelanjutan,” ujar Al Haris.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan lingkungan pendidikan sebagai ruang yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda.

“Mari kita jadikan sekolah sebagai tempat tumbuhnya generasi yang cerdas, berprestasi, berkarakter, sehat, serta memiliki semangat persatuan dan toleransi,” katanya.

Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi akan terus mendukung berbagai program pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba, penyebaran paham intoleran dan radikal, tindak kekerasan di lingkungan pendidikan, serta berbagai bentuk kenakalan remaja yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Secara khusus, Al Haris mengingatkan para pelajar agar menjauhi aksi balap liar dan aktivitas geng motor yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

“Mari bersama-sama kita menolak balap liar dan geng motor di lingkungan kita,” tegasnya.

Usai penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Bupati Bungo, penandatanganan komitmen bersama menolak balap liar dan geng motor, serta deklarasi Relawan Anti Narkoba BNK Bungo.

Para peserta kemudian mengikuti pemaparan materi dari para narasumber mengenai pencegahan IRET, TCC, perundungan, penyalahgunaan narkoba, hingga dampak hukum dan sosial dari aksi balap liar serta geng motor. Sebagai bagian dari edukasi, peserta juga mendapatkan testimoni dari mantan narapidana terorisme (eks-Napiter) yang berbagi pengalaman sebagai pembelajaran agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan.

Melalui keterlibatan aktif para guru, pelajar, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat upaya preventif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, bebas dari narkoba, kekerasan, perundungan, balap liar, geng motor, maupun penyebaran paham intoleran dan radikal.

Deklarasi bersama tersebut menjadi wujud nyata sinergi lintas sektor dalam membangun budaya disiplin, memperkuat karakter generasi muda, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Bungo agar tetap kondusif demi terwujudnya generasi yang berprestasi, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan. ( TIKA )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!